Pemkab Sintang Rakor Pemantapan Pilkada

Sebarkan:
Rapat koordinasi 
SINTANG, suaraborneo.id - Bupati Sintang Jarot Winarno mengikuti rapat koordinasi kesiapan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sintang Tahun 2020 pada Rabu, (10/6) di Pendopo Bupati Sintang. 

Rapat Koordinasi tersebut dipandu langsung oleh Kaban Kesbangpol Kabupaten Sintang Budi Harto. Dalam rapat koordinasi tersebut di peroleh informasi bahwa  Pemkab  Sintang, KPU Kabupaten Sintang, Bawaslu Kabupaten Sintang, Polres Sintang dan Jajaran TNI siap melaksanakan Pilkada Kabupaten Sintang pada 9 Desember 2020 mendatang.

Bupati Sintang Jarot Winarno menyampaikan bahwa keselamatan warga negara menjadi yang utama saat ini dan memang pelaksanaan Pilkada 9 Desember 2020 sudah diprotes banyak lembaga di Indonesia. Banyak orang dan lembaga mengusulkan Pilkada pada tahun 2021. Tetapi Presiden, Kemendagri, dan DPR RI tetap akan 9 Desember 2020 dengan alasan menjaga konsistensi berdemokrasi 5 tahun sekali pemilihan pimpinan di 9 provinsi, 224 kabupaten dan 37 kota yang akan  melaksanakan Pilkada. Alasan lainnya, soal penanganan penyebaran virus corona yang masih diperlukan langkah yang kuat dan stratetgis. 

"Di saat pimpinan di daerah ada saja, penanganan belum optimal, apalagi akan dipimpin oleh pejabat bupati. Ada 240 kepala daerah yang akan berakhir 17 Februari 2021. Maka kekosongan kepemimpinan di daerah dikawatirkan mengganggu perang dengan corona. Pemerintah pusat maunya jangan sampai diisi oleh pejabat bupati," bebernya. 

“15 Juni 2020 seluruh tahapan akan diaktifkan, saya yakin aman dari Covid-19 jika kita semua disiplin dengan protokol kesehatan," kata Jarot. 

Kerja gugus tugas penanganan virus corona di Kabupaten Sintang akan menjadi lebih ekstra. Pemerintah pusat sudah memutuskan Pilkada 9 Desember 2020 harus dilaksanakan dan daerah wajib melakukan persiapan dengan tetap menjalankan secara ketat protokol kesehatan. Soal kekurangan dana, akan ada anggaran tambahan dari APBN untuk pengadaan APD petugas di Pilkada nanti. Pemkab Sintang siap bantu APD untuk tim KPU sampai anggaran pembelian APD oleh KPU sudah tersedia. Gedung yang akan dipakai pada tahapan Pilkada harus di semprot desinfektan. Pemerintah pusat menargetkan 77 persen pemilih bisa ikut dalam proses Pilkada, maka sosialisasi kepada masyarakat sangat penting. 

"Jangan sampai pelaksanaan protokol kesehatan menganggu kualitas demokrasi kita. Saat ini sudah 98.68 persen warga Kabupaten Sintang sudah rekam KTP elektronik. Pembentukan Desk Pilkada harus segera. Dukungan tokoh masyarakat, organisasi, tokoh adat, tokoh agama juga penting supaya Pilkada Sintang sukses," tegas Bupati Jarot. 

Ketua KPU Kabupaten Sintang, Hazizah menyampaikan akan mengoptimalkan seluruh tahapan Pilkada yang akan dimulai 15 Juni 2020. Pelantikan PPS di Kabupaten Sintang belum dilaksanakan dan akan segera dilakukan. 

"Anggaran Pilkada sebesar 45 Miliar sudah mulai kami laksanakan. Dana sudah ada dan  siap digunakan. Juli 2020 akan ada coklit DP4 dan akan ada perubahan DP4 karena pengunduran pilkada. Dengan pengunduran pilkada, maka pemilih bertambah, TPS bertambah karena sebelumnya 800 pemilih per TPS maka kita kurangi menjadi 500 pemilih per TPS untuk upaya kita menjaga jarak. Maka TPS juga bertambah, personil TPS juga bertambah," jelasnya. 

Ada tambahan pengadaan APD karena wajib menggunakan APD. Penyelenggara Pilkada harus memakai APD karena Pandemi covid-19. Kami harus siapkan tong air, sabun, tong sampah, hand sanitizer, tisu. Yang pasti KPU Kabupaten Sintang sudah siap melaksanakan Pilkada pada 9 Desember 2020. Sebelumnya, ada 1. 250 TPS di Sintang.  Lalu karena pandemi covid-19 terjadi penambahan 150 TPS sehingga total 1.400 TPS. 

Setiap TPS ada 9 orang, jadi ada penambahan petugas TPS yang tentu honor petugas juga bertambah. Pemilih yang datang tidak pakai masker harus dikasi masker dan ada 313. 571 pemilih di Sintang,” beber Hazizah. 

Fransiskus Ketua Bawaslu Kabupaten Sintang menyampaikan pihaknya siap melaksanakan tugas pada pilkada nanti. 

“Kami kekurangan APD karena belum dianggarkan sebelumnya. Soal penambahan TPS tidak masalah. Kami akan gunakan anggaran yang sudah ada saja. Panwascam juga sudah kami aktifkan kembali,” jelas Fransiskus. 

Wakapolres Sintang Kompol Albert Manurung menyampaikan sebanyak 562 personel Polres Sintang siap mengamankan Pilkada Sintang. 

“Orang, benda, lokasi dan kegiatan adalah objek yang akan kita amankan. Kami akan lakukan latihan dan simulasi pengamanan yang akan melibatkan 288 anggota di Mapolres Sintang," kata Albert Manurung. (*) 
Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini