Sutarmidji Sarankan Agar Untan Lakukan Evaluasi Terhadap Sarjana Yang Dilahirkan

Editor: Redaksi
Sutarmidji 
PONTIANAK, suaraborneo.id - Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji menghadiri Sidang Terbuka Senat dalam Rangka Dies Natalis ke-61 Universitas Tanjungpura, Melalui Vidio Conference di Data Analytic Room Kantor Gubernur Kalbar, Rabu (20/5/2020).

Dalam kesempatan itu Sutarmidji meminta agar Untan Pontianak melakukan evaluasi dari sarjana yang dilahirkan atau terhadap program studi yang ada yaitu dengan mengambil data jika ada penerimaan Aparatur Sipil Negara (ASN) jurusan apa yang paling banyak diperlukan.

"Saya menyarankan supaya ada evaluasi dari sarjana yang dilahirkan atau program-program studi yang ada di Universitas Tanjungpura yaitu dengan mengambil data kalau ada penerimaan ASN jurusan mana yang paling banyak dan saya pernah menyampaikan kepada salah satu dekan ketika Walikota dulu ada satu program jurusan atau sarjana yang kita butuhkan formasinya satu tapi yang daftar 295 orang dan tahun berikutnya dibutuhkan dua tapi yang mendaftar 643 orang artinya jurusan program studi ini perlu di evaluasi," kata Sutarmidji.

Masih kata orang nomor satu di Kalbar sebaliknya ada jurusan atau formasi yang tidak ada sama sekali peminatnya karena tidak ada alumni Untan di formasi itu, Ketika teleconference dengan Kementerian Kehutanan saya menyarankan kepada Menteri kedepannya fakultas Kehutanan tidak perlu lagi menulis skripsi dan sebagainya lebih bagus kita magangkan ke KPH yang ada di Kalbar karena kedepannya KPH ini berperan penting untuk menatakelola hutan yang ada di wilayah Kalbar dan kita sangat kekurangan orang untuk mengelola KPH. 

"Mudah-mudahan ini nanti dibicarakan dengan Menteri Pendidikan dan mudah-mudahan ini bisa berhasil," harapnya.

Dikatakannya, Kita perlu melakukan beberapa terobosan dan belajar dari kasus-kasus virus Covid-19, kemudian pelajaran dari kasus Covid-19 ini saya inginkan ada satu kerjasama yang lebih inten antara Pemprov, Rumah Sakit Sudarso dan Fakultas Kedokteran Untan kita akan merancang satu Lab yang sangat canggih kemudian kita juga akan membangun satu gedung untuk penyakit menular seperti Covid-19 kemudian kita mendorong supaya jajaran Untan kemudian meneliti karena kasus Covid-19 ini sumbernya virus pasti tidak akan hilang sampai kapanpun hanya saja kita temukan obatnya dan kita berharap jajaran Untan khususnya Fakultas Kedokteran bisa terus mendalami penanganan ini apa yang harus diperbuat dengan eksperimen-eksperimen,” jelasnya.(TS)

Editor: Asmuni 
Share:
Komentar

Berita Terkini