Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial Sintang Adakan Rapat

Editor: Redaksi
SINTANG, suaraborneo.id - Bupati sintang, H. Jarot Winarno memimpin rapat tim terpadu penanganan konflik sosial yang terjadi di kabupaten Sintang, di Balai Praja, Jum'at (3/4). Hadir pada rapat tersebut unsur Forkopimda dan Unsur OPD kabupaten Sintang serta tamu undagan lain. 

Guna menanggulangi isu yang berkembang sangat pesat mengenai wabah Corona Virus Disease 2019  (Covid-19), tim penanganan konflik sosial yang di ketuai langsung Oleh Bupati Sintang ini, berkoordinasi untuk menangulangi terjadinya konflik sosial di tengah masyarakat kabupaten Sintang. 

Adapun tugas dan wewenang Tim terpadu ini adalah untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketenteraman serta ketertiban sosial di masyarakat. 

Bupati mengatakan, Kabupaten Sintang merupakan salah satu kabupaten yang relatif aman akan tetapi tidak menutup kemungkinan munculnya riak -riak kecil yang dapat memicu kesalahpahaman antar masyarakat. Sekarang masyarakat sedang dihadapkan pada shok kesehatan, shok ekonomi dan shok sosial atas wabah covid -19 ini, sehingga sangat mudah terjadinya konflik sosial di masyarakat. 

"Dengan di bentuknya tim terpadu ini kita harus bekerja sama dari semua pihak dalam mengatasi hal ini guna memonitor dan mengantisipasi terjadinya potensi konplik di kabupaten Sintang," harapnya. 

"Daerah bebas jangan dianggap remeh dan berlengang - lenggang karena kita belum tau penyebab gejalanya, juga kita masih kekurangan Laboratorium dan alat periksa yang terbatas untuk mengetes bagi yang terkena gejala. Benteng terkuat kita pada saat ini ialah selalu fokus penanganan kepada ODP (orang dalam pemantauan). Jika kita mampu mengawasi ini maka kabupaten Sintang akan aman dari covid -19," kata Bupati. 

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Budiarto mengatakan, dalam menanggani permasalahan konflik sosial seperti ini harus selalu berkoordinasi dengan semua pihak guna menangulangi permasalahan konflik yang terjadi di masyarakat akibat dari dampak covid - 19. (*) 
Share:
Komentar

Berita Terkini