Gubernur Kalbar: Bangun Kalbar Tanpa Pertimbangan Etnis dan Agama

Editor: Redaksi
Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji saat hadiri Rapat Kerja Pimpinan Kanwil Kemenag
PONTIANAK, suaraborneo.id - Kalbar ini semua agama ada semua etnis ada dan kita Alhamdulillah bisa hidup secara rukun. "saya sebagai gubernur saya maunya membangun kalbar tanpa pertimbangan etnis dan agama semuanya harus adil," kata Sutarmidji saat hadiri Rapat Kerja Pimpinan Kanwil Kemenag, Jumat (7/2/2020) malam.

Dikatakannya ajaran agama saya dan saya islam harus adil kepada semua orang dan biarkan masing-masing ke agamaan sudah ada yang mengurusnya tapi untuk yang islam program kita yaitu melahirkan 5000 Hafiz selama 5 tahun tapi kegiatan pesparawi, pesparani dan kegiatan yang lain-lain juga kita dukung.

Pembangunan rumah ibadah juga mau tempat ibadah Gereja katolik, kristen, islam, hindu, budha termasuk yang terakhir itu kita membangun altar untuk saudara-saudara kita yang konghucu karena konghucu ini dulu masuk ke budha akhirnya klenteng jadi viara dan sekarang kita fasilitasi.

Ketika tahun 1998 ketika reformasi kemudian diikuti dengan pengakuan terhadap agama Pontinak itu kota yang paling pertama mencatatkan agama konghucu di Kartu Tanda Penduduk (KTP) kerena saya berprinsip undang-undang no 5 tahun 1969 itu mengakui 6 agama bukan 5 ketika itu perpu kemudian menjadi undang-undang dan lainnya juga kita fasilitasi.

“Jadi Kalbar ini perlu kita bangun secara bersama. ajaknya "saya yakin dalam waktu 5 tahun kedepan Kalbar akan bisa maju dan bisa mengejar ketertinggalan dengan daerah-daerah lain," ujarnya.

Sutarmidji juga mengucapkan terima kasih kehadiran Menteri Agama Bapak Fachrul Razi di Kalbar semoga kehadiran bapak membawa berkah bagi Kalbar semakin maju dan masyarakatnya harmonis sehingga kita bisa membangun Kalbar dengan baik. (Humas/TS).
Share:
Komentar

Berita Terkini