Umat Kristiani Sintang Adakan Natal Oikumene

Editor: Redaksi
Natal Oikumene Umat Kristiani Kabupaten Sintang 
SINTANG, suaraborneo.id - Wakil Bupati Sintang Askiman menghadiri perayaan Natal Oikumene Umat Kristiani Kabupaten Sintang Tahun 2019 di Gedung Pancasila pada Selasa, 28 Januari 2020. Tema perayaan Natal Oikumene Umat Kristiani Kabupaten Sintang Tahun 2019 sama dengan tema perayaan Natal PGI-KWI yakni Hiduplah Sebagai Sahabat Bagi Semua Orang. Hadir dalam perayaan Natal tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang Yosepha Hasnah, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sintang Ny Rosinta Askiman, Bupati Sintang masa bakti2005-2015 Milton Crosby, Anggota DPRD Sintang Melkianus, Ketua Panitia Natal Oikumene Martin Nandung dan seluruh jajaran panitia, Pastor, Suster, Pendeta dan ratusan umat Katolik Paroki Kristus Raja Katedral Sintang, Paroki Maria Ratu Semesta Alam Sungai Durian, dan Jemaat dari berbagai denominasi gereja di Kota Sintang. 

Wakil Bupati Sintang menyampaikan bahwa menyayangi orang lain harus tanpa syarat dan penuh dengan kepentingan. Hiduplah saling membantu, saling bekerjasama tanpa pamrih satu dengan yang lain. 

"Tuhan mengajari kita untuk saling mengasihi. Jadilah menjadi pribadi yang luar biasa, dengan meneladani Tuhan Yesus Kristus. Mari kita sama-sama melakukan intropseksi diri, menjadi orang Kristen yang sesungguhnya. Sehingga kita bisa hidup ditengah masyarakat dan diterima oleh masyarakat lain sehingga tercipta suasana Kabupaten Sintang yang damai sejahtera,” kata Wabup Sintang.

“Momen perayaan natal ini harus menjadi suatu momentum yang baik bagi seluruh umat. ajaran agama yang mengajarkan kebaikan, dapat kita laksanakan untuk membangun bangsa dan negara indonesia. Atas nama pemerintah daerah, saya mengapresiasi kegiatan ini, karena sesuai dengan visi pembangunan tahun 2016-2021 yaitu mewujudkan masyarakat sintang yang religius. Dari visi ini, akan dilakukan berbagai upaya peningkatan kualitas kehidupan beragama di kabupaten sintang sehingga dapat mewujudkan masyarakat yang bermoral, beretika, berbudaya dan beradab,” ujar Askiman. 

“Pesan natal 2019 adalah pesan persahabatan yang membawa kita kembali kepada sejarah bersama bangsa indonesia, cita-cita bersamanya dan perjuangan bersama bagi kemanusiaan, bagi indonesia yang bermartabat. damai yang diciptakan juga dapat membantu roda pemerintahan agar bisa berjalan dengan baik. Saya berharap gereja dapat ikut menciptakan rasa persahabatan antara sesama masyarakat. Akhirnya, saya mengharapkan seluruh umat kristiani kabupaten sintang mampu mewujudkan tema natal 2019 ini dengan menyebarkan damai dan kasih kepada sesama dan jadilah sahabat bagi semua orang,” ajak Wabup Sintang. 

Martin Nandung, Ketua Panitia Perayaan Natal Oikumene Umat Kristiani Kabupaten Sintang menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah untuk menyatukan derap langkah umat kristiani di Kabupaten Sintang. “setelah seluruh umat kristiani merayakan Natal di gereja masing-masing, malam ini kita bersama-sama di sini untuk saling bertemu dan bersilaturahmi. 

Pdt Henri Luther, M. Th dalam kotbahnya menyampaikan bahwa semua orang saya ajak untuk menjadi sahabat bagi semua orang. “Umur kita sangat terbatas. Mari kita hitung hari hari itu untuk kita menjadi bijaksana. Menjadi sahabat bagi semua orang adalah kesempatan dari Tuhan. Hidup sebagai sahabat. Yesus Kristus datang kepada kita ciptaan Nya juga sebagai sahabat manusia. Kita bukan hanya hamba, tetapi Tuhan menyebut kita ini sahabat Tuhan. Perintah Tuhan adalah saling mengasihi seperti aku mengasihi kamu. Kita harus menajdi sahabat Kristus, barulah bisa kita menjadi sahabat orang lain. Kita bisa menjadi sahabat orang lain kalau kita juga bersahabat dengan Tuhan. Natal ini akan berarti bagi kita yakni ajakan untuk menjadi sahabat bagi banyak orang. Bangun terus persahabatan itu mulai dari diri sendiri, keluarga dan masyarakat luas,” ajak Pdt Henri Luther, M. Th

Dalam pelaksanaan perayaan Natal oikumene tersebut, ada juga Dr Hendrika, yang membacakan pesan Natal Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) dan Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), penampilan paduan suara Pesparani kategori Anak dan Dewasa, tarian oleh sanggar Bujang Beji, lagu dari Tonia Araceli, kesaksian dari GKII Shalom, doa umat oleh Pastor Herman Yosef, Pr dan votum oleh Pdt Akila Danud, S. Th. (hms) 
Share:
Komentar

Berita Terkini