Persiapan Imlek dan Cap Go Meh di Pontianak

Editor: Redaksi
Persiapan jelang Imlek dan Cap Go Meh di kota Pontianak 
PONTIANAK, suaraborneo.id - Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengatakan rapat lintas sektoral yang dilakukan dalam rangka persiapan perayaan Tahun Baru Imlek dan Cap Go Meh. 

"Dengan adanya rapat tersebut diharapkan perayaan Imlek dan Cap Go Meh bisa berjalan lancar," ujarnya usai rapat koordinasi di Ruang Rapat Kantor Wali Kota Pontianak, Selasa (21/1/2020).

Ia menambahkan koordinasi dilakukan terkait penyelenggaraan, titik rawan dan kelancaran lalu lintas. Perayaan Imlek dan Cap Go Meh diharapkan bisa menarik minat warga dan wisatawan datang ke Kota Pontianak. 

"Kebersihan juga harus dijaga, jangan sampai ada kegiatan justru Kota Pontianak malah kotor," ucapnya.

Edi juga menghimbau dalam perayaan imlek untuk permainan petasan dan kembang api agar tidak dilakukan di daerah pemukiman. Permainan kembang api dan petasan diberikan toleransi di sekitar Jalan Gajah Mada pada pukul 20.00 sampai 24.00 WIB.

Kapolresta Pontianak Kota, Kombes Komarudin mengatakan, Polresta Pontianak Kota menggelar Operasi Liong Kapuas dalam rangka pengamanan Imlek dan Cap Go Meh. Dengan 257 personil TNI dan Polri yang akan dikerahkan pada agenda tersebut.

Ia menambahkan pengamanan dilakukan mulai dari tahapan Imlek hingga Cap Go Meh. Kegiatan pengamanan dilakukan mulai dari 25 Januari hingga 19 Februari. 

"Total semuanya selama 17 hari kita akan terjun dalam rangka kegiatan pengamanan ini," ungkapnya.

Menurutnya, berdasarkan hasil pemetaan di enam kecamatan di wilayah Kota Pontianak. Seluruhnya relatif kondusif hingga saat ini. Dirinya memastikan tidak ada titik-titik yang berpotensi rawan. Namun akan ada beberapa titik yang diawasi secara ketat. Mengingat titik tersebut nantinya akan ada kegiatan yang berdampak pada kemacetan dan aktivitas masyarakat yang membludak. 

"Tentunya ini perlu pengamanan ekstra dan khusus, makanya kita siapkan lima pos pengamanan," terangnya.

Ia juga meminta seluruh elemen masyarakat, tokoh lintas agama untuk menjaga keutuhan bersama. Momentum kegiatan Imlek dan Cap Go Meh harus dijadikan kekayaan masyarakat Kota Pontianak yang harus dilestarikan. "Dukungan masyarakat menjadi sangat penting dalam hal ini," pungkasnya. (Humas/TS)

Editor : Asmuni 
Share:
Komentar

Berita Terkini