Survey Batas Daerah Kabupaten Ketapang dan Sekadau

Editor: Redaksi
Foto: (istimewa) 
SEKADAU, suaraborneo.id - Tim Penegasan Batas Daerah (PDB) Provinsi Kalimantan Barat bersama dengan tim Penegasan Batas Daerah kabupaten Sekadau melaksanakan survey lapangan/pelacakan batas daerah kabupaten Ketapang dan kabupaten Sekadau yang terletak di Sungai Paku dusun Ensayang desa Karang Betung kecamatan Nanga Mahap, Kamis siang (07/11/2019).

Survey lapangan/pelacakan batas daerah antara kabupaten Ketapang dan kabupaten Sekadau ini menindaklanjuti surat Gubernur Kalimantan Barat Nomor : 125.3/3532/Pem - B pada tanggal 4 November 2019.

Tim Penegasan Batas Daerah Provinsi, di pimpin oleh Kabag Bina Pemerintahan/Biro Pemerintahan Provinsi Kalbar, D. Zamroni, S.Stp.M.Si mengatakan bahwa kegiatan ini untuk melakukan verifikasi lapangan guna mengumpulkan beberapa dokumen maupun administrasi lainnya dalam percepatan penegasan batas wilayah Kabupaten Sekadau dan kabupaten Ketapang.

"Kegiatan yang kita lakukan hari ini bukan merupakan penetapan batas antar daerah, namun hanya sebatas verifikasi, nanti dari hasil verifikasi yang telah dilakukan akan dibahas ditingkat provinsi untuk selanjutnya disampaikan ke Mendagri," terang Zamroni.

Pada tahun 2016 lalu juga pernah dilakukan pemberian patok batas kedua daerah tersebut, namun batas tersebut hanya berdasarkan kesepakatan masyarakat bukan berdasarkan penetapan pemerintah.

Senada dengan Zamroni, Kasi Surdata Topdam XII Tanjung Pura, Mayor Agus Surya menambahkan bahwa dengan adanya tapal batas bukan berarti membatasi aktivitas masyarakat.

"Aktivitas ekonomi tetap berjalan seperti biasa, karena tapal batas ini tidak mengusik masalah kepemilikan secara ekonomi," kat Mayor Agus.

Kapolsek Nanga Mahap, Iptu Ambril, SH, M. AP berharap dengan dilaksanakan survey lapangan/pelacakan batas antara kedua Kabupaten tersebut bisa diselesaikan dengan baik tanpa menimbulkan masalah baru. 

"Warga masyarakat di kedua desa perbatasan kabupaten Sekadau dan kabupaten Ketapang yaitu desa Karang Betung dengan desa Kenyabur sejauh ini terjalin keakraban dan kekeluargaan karena masih satu rumpun keluarga, diharapkan kegiatan masyarakat tetap berjalan seperti biasanya," harap Kapolsek.

Selanjutnya dilakukan penandatanganan berita acara survey lapangan/ pelacakan batas daerah oleh Tim PDB Provinsi Kalbar, Tim PDB Kabupaten Sekadau, Tim PDB Kabupaten Ketapang, dan Kasi Surdata Topdam XII Tanjung Pura.

Adapun kutipan isi dari berita acara tersebut ialah sebagai berikut:
1. Tim PBD Provinsi Kalbar, Tim PBD Kab. Sekadau, Tim PBD Kab. Ketapang sepakat untuk mempercepat penyelesaian batas daerah  kedua kabupaten.
2. Tim PBD telah melakukan survey lapangan bersama pada sub Segmen tk 06 menuju tk 07 dengan pengambilan koordinat di desa Tembesuk, dusun Sungai Mayong, kantor desa Karang Betung, kaki Bukit Biwa, kampung Karang Betung, kampung Ensayang, dan patok batas pada muara Sungai Paku.
3. Tim PBD sepakat akan menjadwalkan kembali untuk melakukan survey bersama pada sub segemen Tk 06 menuju Tk 07 pada desa Lembah Beringin kecamatan Nanga Mahap dan desa Bengaras kecamatan Hulu Sungai, serta sub segmen Tk 04 menuju Tk 05.

Turut hadir juga dalam kegiatan tersebut, Asisten Administrasi dan Kesra Kabupaten Sekadau, Fendy, S.Sos. M.Si, Camat Nanga Mahap Acung Yulius, S.Sos beserta staf, Kapolsek Nanga Mahap, Iptu Ambril, SH, M.AP beserta anggota, Danramil Nanga Mahap Kapten Inf. Asep Trisman Sumantri beserta anggota, Kabag pemerintahan Kabupaten Ketapang, Drs. Anwar, MM, Sekcam Hulu Sungai Kabupaten Ketapang, Rino. SE. beserta staf, dan kepala Desa Karang Betung beserta staf.

Sumber: rls
Editor: Asmuni 
Share:
Komentar

Berita Terkini