-->

PERTAMAR Khatulistiwa Silaturahmi dengan Kapolsek Mempawah Hulu, Sosialisasikan Transformasi Penambang Rakyat

Editor: Antonius
Sebarkan:


LANDAK, Suaraborneo.id
– Pengurus Persatuan Transformasi Masyarakat Khatulistiwa (PERTAMAR Khatulistiwa) melaksanakan silaturahmi dengan Kapolsek Mempawah Hulu, Iptu Freddy Surya Purnama, S.H., M.H., di kantor Polsek Mempawah Hulu, Selasa (27/10/2026).

Rombongan PERTAMAR dipimpin Ketua Ardiajis alias Uray, didampingi Junaidi serta anggota Diman, Madon, dan Liton. Pertemuan tersebut menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan dengan pihak kepolisian sekaligus memperkenalkan visi, misi, dan tujuan organisasi dalam mendorong transformasi penambang rakyat.


Dalam pertemuan itu, Junaidi menjelaskan bahwa PERTAMAR Khatulistiwa hadir untuk mendorong perubahan kehidupan penambang rakyat menuju kondisi yang lebih baik, baik dari sisi legalitas, ekonomi, keselamatan kerja, kesejahteraan sosial, maupun kepedulian terhadap lingkungan.

Menurutnya, transformasi yang diperjuangkan PERTAMAR bukan sekadar perubahan cara kerja, melainkan upaya bersama untuk membangun penambangan rakyat yang lebih terorganisasi, profesional, aman, dan memiliki kepastian hukum.

“Transformasi yang kami maksud adalah perubahan dari penambang tradisional yang bekerja sendiri-sendiri menjadi penambang yang terorganisasi, terampil, sejahtera, selamat, dan berwawasan lingkungan,” demikian penjelasan mengenai arah perjuangan PERTAMAR.

Junaidi menjelaskan, terdapat lima pilar utama yang menjadi dasar perjuangan PERTAMAR Khatulistiwa.

Pertama, transformasi legalitas. PERTAMAR mendorong agar penambang rakyat mendapatkan kesempatan untuk menjalankan kegiatan pertambangan sesuai ketentuan hukum yang berlaku, antara lain melalui mekanisme Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) dan Izin Pertambangan Rakyat (IPR).

Upaya tersebut diharapkan dapat membuka jalan bagi penambang rakyat untuk beraktivitas secara legal dan memperoleh kepastian hukum sesuai peraturan perundang-undangan.

Kedua, transformasi ekonomi. PERTAMAR ingin mendorong perubahan dari pola ekonomi yang rentan terhadap praktik tengkulak dan sistem ijon menuju sistem yang lebih adil, transparan, dan mengutamakan kesejahteraan anggota.

Melalui penguatan organisasi dan kerja sama, penambang rakyat diharapkan dapat meningkatkan pendapatan, membangun tabungan keluarga, serta mendukung pendidikan anak dan kebutuhan sosial lainnya.

Ketiga, transformasi cara kerja dan keselamatan. PERTAMAR mendorong penerapan metode pertambangan yang lebih aman dengan memperhatikan keselamatan pekerja dan penggunaan teknologi pengolahan yang lebih ramah lingkungan.

Penggunaan bahan berbahaya, termasuk merkuri, serta praktik kerja yang berisiko tinggi perlu dihindari melalui edukasi, pendampingan, dan penerapan metode kerja yang sesuai dengan ketentuan keselamatan dan lingkungan.

Keempat, transformasi sosial dan martabat. PERTAMAR berupaya membangun citra penambang rakyat sebagai bagian dari masyarakat yang produktif dan memiliki kontribusi terhadap perekonomian lokal.

Melalui pendidikan, peningkatan keterampilan, kedisiplinan, dan penguatan organisasi, penambang rakyat diharapkan dapat menjalankan profesinya secara bertanggung jawab serta memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

Kelima, transformasi lingkungan. PERTAMAR menekankan pentingnya tanggung jawab terhadap lingkungan melalui upaya pemulihan lahan, reklamasi, dan penanaman kembali setelah kegiatan pertambangan sesuai ketentuan yang berlaku.

Prinsip yang diusung adalah bahwa kegiatan pertambangan harus disertai tanggung jawab menjaga alam agar lingkungan tetap dapat dimanfaatkan oleh generasi mendatang.

Melalui kelima pilar tersebut, PERTAMAR Khatulistiwa berharap dapat menjadi wadah pemersatu penambang rakyat untuk membangun usaha yang lebih tertata dan berkelanjutan.

Organisasi ini juga menekankan pentingnya sinergi dengan pemerintah, aparat penegak hukum, dan pihak terkait agar upaya pembinaan serta penataan pertambangan rakyat dapat berjalan sesuai aturan.

PERTAMAR memandang bahwa penataan pertambangan rakyat tidak hanya menyangkut persoalan legalitas, tetapi juga berkaitan dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat, perlindungan keselamatan pekerja, penguatan ekonomi keluarga, serta pelestarian lingkungan.

Melalui silaturahmi dengan Kapolsek Mempawah Hulu, PERTAMAR memperkenalkan arah perjuangan organisasi sekaligus membuka ruang komunikasi dengan unsur kepolisian dalam mendukung terciptanya kehidupan masyarakat yang tertib dan bertanggung jawab.

PERTAMAR Khatulistiwa merangkum semangat perjuangannya dalam slogan:

“Dari Liar Menjadi Legal, Dari Sederhana Menjadi Mandiri, Dari Merusak Menjadi Menjaga.”

Slogan tersebut menggambarkan harapan agar penambang rakyat dapat bertransformasi menjadi pelaku usaha yang legal, mandiri, sejahtera, mengutamakan keselamatan, serta memiliki kepedulian terhadap kelestarian lingkungan di Tanah Khatulistiwa.

Kapolsek Mempawah Hulu, Iptu Freddy Surya Purnama, S.H., M.H., menyambut baik kunjungan silaturahmi pengurus PERTAMAR Khatulistiwa. Ia mengapresiasi inisiatif organisasi tersebut untuk membangun komunikasi dan menjalin sinergi dengan kepolisian dalam mendorong perubahan positif di tengah masyarakat.

Dalam sambutannya, Kapolsek menegaskan bahwa Polri terbuka terhadap komunikasi, dialog, dan kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi yang memiliki perhatian terhadap peningkatan kesejahteraan rakyat.

“Kami menyambut baik silaturahmi ini. Komunikasi dan koordinasi seperti ini penting untuk membangun pemahaman bersama, sehingga berbagai persoalan di tengah masyarakat dapat dibicarakan secara terbuka dan dicarikan solusi yang baik. Kami berharap PERTAMAR dapat menjadi mitra yang positif dalam mendorong masyarakat agar semakin sadar hukum, mengutamakan keselamatan, serta memiliki kepedulian terhadap kelestarian lingkungan,” ujar Kapolsek.

Ia juga menekankan bahwa upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat perlu berjalan seiring dengan kepatuhan terhadap ketentuan hukum yang berlaku. Menurutnya, aspirasi masyarakat perlu disampaikan dan diperjuangkan melalui mekanisme yang tepat, dengan mengedepankan dialog, tanggung jawab, serta kepentingan bersama.

“Prinsipnya, kita ingin masyarakat semakin sejahtera, situasi kamtibmas tetap kondusif, dan lingkungan tetap terjaga. Karena itu, setiap upaya transformasi penambang rakyat hendaknya diarahkan pada kegiatan yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, mengutamakan keselamatan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tambahnya.

Kapolsek berharap silaturahmi tersebut tidak berhenti pada perkenalan organisasi semata, tetapi dapat menjadi awal terbangunnya komunikasi yang berkelanjutan antara PERTAMAR, kepolisian, pemerintah, dan unsur masyarakat lainnya.

Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab dan penuh kekeluargaan. Silaturahmi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kemitraan antara Polri dan masyarakat guna mewujudkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang aman, damai, dan kondusif di wilayah hukum Polsek Mempawah Hulu.(Anton)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini