![]() |
| Aksi massa Aliansi Gen Z Selasa (20/10) di kantor Gubernur Kalbar sempat ricuh karena adanya pembakaran ban di halaman kantor tersebut. [istimewa] |
Kericuhan terjadi di tengah penyampaian point tuntutan utama terkait isu-isu krusial Kalbar dan nasional.
Bentrok antara massa aksi dengan Satpol PP tak terhindarkan karena mahasiswa memaksa membawa ban untuk masuk ke kantor Gubernur Kalbar.
Aksi dipimpin oleh Iqbal, Pangestu (Untan) dan Syarif Falmu (Korpus Fomda Kalbar) diikuti oleh 150 orang dari BEM Untan, BEM SI Kalbar, BEM Nusantara Kalbar, Fomda Kalbar, FKBK).
Beberapa tuntutan disampaikan dalam aksi unjuk rasa tersebut antara lain evaluasi kinerja dua tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran dalam pelaksanaan program dan kebijakan nasional.
Mendorong pemerintah meningkatkan kualitas dan pemerataan akses pendidikan serta menyelesaikan berbagai permasalahan di sektor pendidikan.
Mendesak pemerintah meningkatkan upaya pencegahan dan penanganan karhutla di Provinsi Kalimantan Barat.
Mendorong penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang terbukti melakukan pembakaran hutan dan lahan serta menyebabkan kerusakan lingkungan.
Mendesak pemerintah memperkuat perlindungan lingkungan hidup dan melakukan evaluasi terhadap kebijakan yang berdampak pada kelestarian lingkungan.
Menuntut pemerintah menindaklanjuti berbagai permasalahan sosial dan kebijakan publik lainnya yang menjadi perhatian masyarakat.
Sejak pukul 15.28 WIB sekitar 120 orang massa Aksi bergerak menuju kantor gubernur Kalbar.
Massa aksi memaksa masuk kantor Gubernur Kalbar saat itu terjadi bentrok antara massa aksi dengan Satpol PP karena Mahasiswa memaksa membawa Ban untuk masuk kantor Gubernur Kalbar.
Massa sempat membakar ban dan dihadang Satpol PP sempat terjadi pelemparan botol minum.
Massa aksi sempat terlibat gesekan dengan ormas lain yang ikut aksi karena pembakaran ban di halaman kantor gubernur Kalbar.
Akhirnya massa aksi didorong keluar area kantor gubernur Kalbar oleh pihak satpol PP. Massa pun membubarkan diri dan lanjut ke tugu digulis. (*/)
