LANDAK, Suaraborneo.id – Memasuki akhir September 2026, situasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah Kecamatan Kuala Behe, Kabupaten Landak, dalam kondisi kondusif.
Kapolsek Kuala Behe, IPTU Handoko, saat ditemui di kantornya, mengatakan titik panas (hotspot) sempat terpantau pada awal Juli 2026. Kondisi tersebut berkaitan dengan aktivitas masyarakat yang mulai memasuki musim berladang.
“Karena musim biasa berladang di sini bulan awal Juli dan Agustus, ada sebagian titik. Itu pun tidak banyak, dibandingkan bulan Juli,” ujar IPTU Handoko saat ditemui di kantornya, Selasa (29/8/2026).
Menurutnya, titik panas paling banyak terjadi pada awal Juli. Namun, kondisi tersebut kini sudah tidak ditemukan lagi.
“Untuk saat ini sangat aman. Mengikuti hotspot, sebelumnya pada awal-awal bulan Juli memang yang banyak. Tapi ini sudah tidak ada,” katanya.
Selain kondisi Karhutla, IPTU Handoko juga menyampaikan situasi Kamtibmas di wilayah Kecamatan Kuala Behe dalam beberapa bulan terakhir tergolong kondusif.
“Kalau untuk situasi Kamtibmas, wilayah Kecamatan Kuala Behe sangat kondusif,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, terdapat beberapa aduan masyarakat yang sebelumnya masuk dan telah ditangani oleh pihak kepolisian. Salah satunya berkaitan dengan kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor), yang menurutnya telah ditangani.
“Untuk laporan bahkan nihil. Paling curanmor, itu pun sudah ditangani,” jelasnya.
Untuk menjaga kondisi tersebut, Polsek Kuala Behe terus mengedepankan upaya pencegahan melalui komunikasi dan kerja sama bersama masyarakat.
IPTU Handoko mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.
“Upaya kita kepada masyarakat untuk mencegah. Yang jelas untuk menjaga, saling menjaga Kamtibmas di wilayah, khususnya wilayah Kecamatan Kuala Behe,” pungkasnya.(Anton)
