-->

Bupati Sintang Dorong GKII Jaga Persatuan dan Kekompakan

Editor: Redaksi
Sebarkan:

Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala saat membuka Konferensi Daerah (Konferda) ke-10 GKII Daerah Sintang di GKII Gracia Sintang, Senin (7/9/2026). Dalam kesempatan tersebut, Bupati mengajak seluruh jajaran GKII menjaga persatuan, komunikasi dan kekompakan. (tim/*)
SINTANG, SUARABORNEO.ID – Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala membuka Konferensi Daerah (Konferda) ke-10 Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Daerah Sintang yang berlangsung di GKII Gracia Sintang, Senin (7/9/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Pengurus GKII Wilayah II Kalimantan Barat, Ketua GKII Daerah Sintang, Ketua PGI Sintang, Kasi Bimas Kristen, para hamba Tuhan anggota GKII Daerah Sintang serta sejumlah tamu undangan.

Dalam sambutannya, Gregorius Herkulanus Bala menyampaikan GKII Daerah Sintang merupakan organisasi gereja yang memiliki cakupan pelayanan cukup besar dengan membawahi banyak hamba Tuhan serta membina ribuan jemaat.

Menurutnya, besarnya organisasi membutuhkan kepemimpinan yang mampu menjaga komunikasi, mengayomi seluruh anggota serta memperkuat kebersamaan, baik di internal gereja maupun dengan pemerintah dan masyarakat.

“Walaupun organisasi gereja, tetapi perlu seorang pemimpin yang konsisten, mampu berkomunikasi, mengayomi dan memperkuat kebersamaan sesama pendeta, jemaat, pemerintah dan umat lainnya,” ujar Gregorius.

Ia menegaskan, kebersamaan menjadi salah satu kunci agar organisasi dapat terus berkembang dan tidak tertinggal dalam menghadapi berbagai tantangan.

“Saya berharap Konferda berjalan baik dan lancar serta mendapatkan kepemimpinan yang terbaik. Siapapun yang terpilih, saya siap mendukung dan bekerja sama ke depan,” katanya.

Gregorius juga mengingatkan bahwa setiap orang memiliki peran dan fungsi masing-masing, sehingga setiap amanah yang diberikan hendaknya dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan disyukuri.

“Saya senang dan bangga bisa hadir di antara para hamba Tuhan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia berpesan kepada pengurus GKII Daerah Sintang yang nantinya terpilih agar terus menjaga persatuan, komunikasi dan kekompakan selama menjalankan kepengurusan lima tahun mendatang.

Ia juga meminta setiap kebijakan organisasi tidak diputuskan secara sepihak, melainkan melalui pembahasan dan kesepakatan bersama.

“Jaga persatuan komunitas ini. Kepada pengurus baru GKII Daerah Sintang nanti, tetap jaga komunikasi dan kekompakan untuk bisa melangkah bersama lima tahun ke depan. Kalau mau mengambil kebijakan dan keputusan untuk organisasi, jangan mengambil keputusan sendiri, tetapi bersama-sama,” pesannya.

Konferda Jadi Momentum Evaluasi

Sementara itu, Ketua GKII Daerah Sintang, Pdt. Marten, mengatakan Konferda ke-10 merupakan momentum penting bagi organisasi, khususnya dalam menentukan kepemimpinan dan arah pelayanan GKII Daerah Sintang ke depan.

Ia menegaskan, proses pemilihan dalam konferensi tersebut bukanlah ajang untuk memilih pemimpin berdasarkan kepentingan politik, suku maupun kepentingan di luar gereja.

“Konferda ini untuk memilih pemimpin rohani, bukan pemilihan pemimpin politik, suku atau pemimpin yang di luar gereja. Terpilih sebagai ketua bukan hal yang sangat luar biasa. Semua atas dasar rencana dan kehendak Tuhan,” jelas Pdt. Marten.

Menurutnya, menjadi pemimpin gereja merupakan sebuah panggilan untuk melayani Tuhan dan bukan untuk mencari pekerjaan maupun kepentingan pribadi.

“Menjadi pemimpin itu panggilan untuk kita melayani Tuhan, khusus mengurus lembaga gereja, bukan untuk mencari pekerjaan. Menjadi pemimpin gereja tugasnya lumayan berat dengan perkembangan yang sangat luar biasa,” katanya.

Ia menambahkan, GKII akan memasuki usia 100 tahun pada 2028 mendatang. Karena itu, diperlukan evaluasi dan penyusunan program kerja yang matang untuk memastikan pelayanan organisasi semakin baik.

Pdt. Marten menjelaskan, Konferda juga menjadi kesempatan untuk mengevaluasi pelaksanaan program kerja selama lima tahun terakhir, termasuk mengidentifikasi program yang berhasil maupun yang belum tercapai.

“Konferda ini harus menjadi ajang evaluasi program kerja selama lima tahun. Apa yang tercapai dan tidak. Kalau tidak tercapai, apa penyebabnya. Dievaluasi memang terkadang tidak enak,” ujarnya.

Selain evaluasi, agenda Konferda ke-10 juga mencakup penyusunan program kerja serta pemilihan ketua dan pengurus GKII Daerah Sintang untuk periode berikutnya. (**)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini