![]() |
| Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala menyampaikan arahan saat Rapat Kerja Camat dan Kepala Desa se-Kabupaten Sintang, menyoroti pemangkasan anggaran desa, Selasa (1/9/2026) _ [istimewa] |
Hal tersebut disampaikan Gregorius saat membuka Rapat Kerja Camat dan Kepala Desa se-Kabupaten Sintang yang digelar di Pendopo Bupati Sintang, Selasa (1/9/2026).
Rapat kerja tersebut turut dihadiri Brigjen TNI Parlindungan Hutagalung, Staf Khusus Kepala Staf Angkatan Darat yang juga Ketua Tim Penanganan Karhutla, jajaran Forkopimda, instansi vertikal, Pimpinan Bank Kalbar Cabang Sintang, kepala OPD, camat serta kepala desa se-Kabupaten Sintang.
Dalam arahannya, Gregorius mengatakan rapat kerja bersama para kepala desa baru dapat dilaksanakan setelah dirinya lebih dari setahun menjabat sebagai kepala daerah. Menurutnya, berbagai kendala dan situasi yang terjadi selama ini membuat agenda tersebut baru dapat terlaksana.
"Kami berharap bisa bekerja sama dengan seluruh kepala desa. Saya lihat ada juga kepala desa yang tidak hadir dalam rapat kerja ini dengan berbagai alasan. Saya menghargai kepala desa yang jauh-jauh datang," ujar Gregorius.
Ia kemudian menyoroti kondisi keuangan desa yang mengalami pengurangan. Menurutnya, desa yang sebelumnya memperoleh anggaran sekitar Rp800 juta hingga Rp1 miliar, kini ada yang hanya mendapatkan sekitar Rp200 juta hingga Rp300 juta.
Namun, kondisi tersebut menurut Gregorius tidak boleh menjadi alasan bagi pemerintah desa untuk mengurangi pelayanan kepada masyarakat.
"Saya ingin, penurunan anggaran itu bukan menjadi alasan untuk tidak melayani rakyat. Kita sudah menjadi pemimpin, sudah mewakafkan diri kita menjadi pemimpin. Kita sudah berjanji untuk melayani, kita sudah bersumpah untuk melayani, apa pun kondisi anggaran," tegasnya.
Kades Diminta Aktif Laporkan Kebutuhan Desa
Gregorius mengaku memahami keterbatasan keuangan yang kini dihadapi pemerintah desa. Karena itu, ia meminta kepala desa lebih aktif menyampaikan laporan mengenai berbagai kekurangan dan kebutuhan pembangunan di wilayah masing-masing.
Menurutnya, data tersebut penting bagi pemerintah daerah untuk menjadi bahan dalam mengusulkan dukungan anggaran maupun program kepada pemerintah pusat.
Ia mencontohkan program bantuan perumahan dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman melalui Dinas Perkim. Kabupaten Sintang, kata dia, sempat mendapatkan alokasi sebanyak 4.000 unit, namun yang terealisasi hanya 40 unit.
"Kita sudah memohon setengah mati. Sekali diberikan, diabaikan. Ini apa lagi? Saya sampai datang ke kementerian, ketemu Pak Maruar Sirait. Ini sangat disayangkan," ungkapnya.
Bupati juga menyebut saat ini terdapat banyak program pemerintah pusat yang tidak melalui Pemerintah Kabupaten Sintang. Kondisi tersebut membuat pemerintah desa harus memiliki data dan informasi yang akurat agar kebutuhan masyarakat dapat diperjuangkan melalui berbagai program yang tersedia.
"Jadi kepala desa harus menyiapkan data dan informasi yang akurat. Saya juga minta kades mendukung program Koperasi Merah Putih, siapa tahu ke depan ada manfaatnya," katanya.
Soroti Dapur MBG yang Belum Beroperasi
Dalam kesempatan tersebut, Gregorius turut menyoroti keberadaan sejumlah dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sintang yang telah dibangun namun belum beroperasi.
Ia mengaku prihatin karena sebagian masyarakat telah mengeluarkan modal besar untuk membangun dapur tersebut, bahkan harus meminjam uang ke bank, sementara fasilitas yang telah dibangun belum dimanfaatkan.
"Banyak dapur MBG di Sintang yang sudah terbangun, tetapi belum dioperasikan oleh Badan Gizi Nasional karena berbagai penyebab. Orang Sintang sudah meminjam ke bank untuk modal ratusan juta, tetapi dapurnya tidak difungsikan," keluhnya.
Minta Masyarakat Tak Bakar Lahan
Selain persoalan pembangunan dan pelayanan desa, Bupati Sintang juga menekankan pentingnya keterlibatan camat dan kepala desa dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Ia meminta para kepala desa menyampaikan kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan selama kondisi kemarau panjang masih berlangsung.
"Kepada seluruh camat dan kades, sampaikan kepada masyarakat untuk sementara saat kemarau panjang ini, mohon jangan bakar lahan dulu," pesannya.
Gregorius juga mengingatkan agar seluruh elemen masyarakat tidak bersikap egois dalam menghadapi karhutla. Menurutnya, kebakaran yang terjadi di suatu wilayah harus menjadi perhatian bersama karena dampaknya dapat dirasakan masyarakat secara luas.
"Kita semua harus saling mendukung untuk menangani karhutla ini. Jangan egois. Jangan karena bukan kebun dia yang terbakar lalu tidak mau membantu," tegasnya.
Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, aparat keamanan dan masyarakat dapat terus diperkuat untuk menjaga keamanan, pelayanan publik serta pembangunan di Kabupaten Sintang. (**)
#bupatisintang #gregoriusherkulanusbala #anggarandesaanjlok #rp200jutahinggarp300juta
