![]() |
| Gempur Kalbar mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut memulihkan hutan yang terdampak karhutla dengan gerakan aksi tanam hutan kembali. (Dok Gempur Kalbar) |
"Ajakan ini ditujukan kepada para content creator, influencer, aktivis, seniman, profesional, pelajar, pengajar, mahasiswa, pengusaha, media, komunitas, serta berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap kelestarian lingkungan," ujar Koordinatur Gerakan Pulihkan Rimba (Gempur) Kalbar, Beny Tan Handri di Pontianak, Sabtu.
Ia menambahkan bahwa melalui gerakan tersebut dibangun sebagai ruang kolaborasi bersama untuk memulihkan kembali ekosistem hutan yang mengalami kerusakan akibat kebakaran.
“Kita semua bisa berperan dan bergerak bersama untuk memulihkan hutan. Gerakan ini menjadi wadah bagi siapa saja yang ingin berkontribusi dalam menjaga lingkungan,” kata dia.
Ia menjelaskan, sebelum pelaksanaan aksi penanaman kembali, pihaknya terlebih dahulu melakukan pertemuan konsolidasi awal bersama berbagai pihak di Rumah Budaya Kampung Caping Pontianak.
Pertemuan tersebut menjadi ruang diskusi untuk menyusun strategi, langkah kerja, penguatan pendataan, pemetaan sumber daya, serta pembagian peran bagi masyarakat yang ingin terlibat dalam gerakan tersebut.
“Untuk agenda awal ini kita belum melakukan aksi penanaman, karena saat ini masih terjadi kebakaran hutan dan lahan. Kita ingin memperkuat pondasi kolaborasi terlebih dahulu agar gerakan yang dilakukan nantinya lebih terarah,” katanya.
Beny menambahkan, keterlibatan berbagai pihak sangat penting dalam proses pemulihan hutan, tidak hanya dalam kegiatan penanaman, tetapi juga dalam edukasi, pendataan wilayah terdampak, hingga pengawasan keberlanjutan lingkungan.
Menurut dia, persoalan kebakaran hutan dan lahan membutuhkan kepedulian bersama karena dampaknya tidak hanya dirasakan oleh lingkungan, tetapi juga masyarakat luas.
“Kami membuka ruang seluas-luasnya bagi siapa pun yang ingin berkontribusi. Kolaborasi menjadi kekuatan utama agar upaya pemulihan rimba dapat berjalan bersama,” ujarnya
Melalui Gempur masyarakat juga diajak memberikan dukungan kepada para relawan dan pihak-pihak yang saat ini masih membantu proses pemadaman kebakaran, distribusi bantuan logistik, maupun layanan kesehatan di lapangan.
“Kita doakan teman-teman yang sedang membantu proses pemadaman maupun bantuan kemanusiaan diberikan kesehatan dan keselamatan. Semoga hujan segera turun sehingga kebakaran dapat lebih cepat teratasi,” kata Beny.
Gerakan tersebut mengusung semangat bahwa pemulihan hutan merupakan tanggung jawab bersama. Dengan kolaborasi berbagai unsur masyarakat, upaya menjaga dan mengembalikan fungsi hutan di Kalbar diharapkan dapat berjalan secara berkelanjutan.(*/r)
