![]() |
| Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono dan Wakil Menteri Pertanian RI Sudaryono memanen lidah buaya di kawasan sentra hortikultura, Pontianak Utara. (Foto:prokopim) |
Edi mengatakan, kehadiran Wakil Menteri Pertanian menjadi penyemangat bagi petani lidah buaya di Pontianak. Dalam kunjungan itu, Wamentan tidak hanya melakukan panen bersama, tetapi juga memberikan motivasi dan bantuan peralatan pertanian kepada para petani. Menurut Edi, sektor pertanian di Kota Pontianak memiliki tantangan besar karena keterbatasan lahan. Sebagian besar wilayah kota sudah terbangun, sehingga lahan pertanian yang masih produktif perlu dijaga, terutama di kawasan Pontianak Utara.
“Kita terbatas, karena lahan pertanian di kota ini sudah banyak terbangun. Tapi yang ada di utara ini tetap kita jaga,” kata Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kota Pontianak ini.
Ia menjelaskan, kawasan Pontianak Utara memiliki karakter lahan gambut yang sesuai untuk pengembangan komoditas hortikultura tertentu, termasuk lidah buaya. Saat ini, lahan yang sudah ditanami aloe vera mencapai sekitar 12 hektare, sementara total lahan hortikultura di Kota Pontianak sekitar 370 hektare.
“Di utara ini lahan gambut dan cocok untuk itu. Sekarang yang ditanam aloe vera ada sekitar 12 hektare. Totalnya ada sekitar 370 hektare untuk hortikultura,” jelasnya.
Edi menegaskan, kawasan pertanian tersebut akan terus dipertahankan sebagai penyuplai hasil hortikultura dan pertanian produktif di Kota Pontianak. Menurutnya, meskipun Pontianak dikenal sebagai kota jasa dan perdagangan, sektor pertanian perkotaan tetap memiliki nilai strategis bagi ekonomi masyarakat.
Sementara itu, Wakil Menteri Pertanian RI Sudaryono menilai Kalimantan Barat memiliki potensi pertanian yang besar. Selain program cetak sawah untuk tanaman pangan seperti padi dan jagung, daerah ini juga memiliki potensi hortikultura yang dapat terus dikembangkan.
Ia menyebut kebun lidah buaya di Kota Pontianak sebagai potensi yang baik. Namun, menurutnya, pengembangan komoditas tersebut tetap perlu diikuti dengan kepastian pasar agar dapat memberi nilai ekonomi yang lebih besar bagi petani.
“Di Kota Pontianak ini ada kebun aloe vera atau lidah buaya. Ini saya kira bagus, tinggal kita cek nanti pasarnya ke mana,” katanya.
Sudaryono juga menegaskan, Kementerian Pertanian siap mendukung petani di Kalimantan Barat. Ia menyebut arahan Presiden jelas, yakni memperkuat swasembada, menjaga stok produksi pangan, dan memastikan petani semakin sejahtera.
“Intinya titip kawan-kawan petani semua di Kalimantan Barat. Kalau perlu apa pun, kita siapkan. Visi Presiden jelas, bagaimana swasembada, punya stok produksi pangan yang cukup, dan petani harus sejahtera,” pungkasnya.(*/r)
