-->

Polisi Masih Selidiki Penyebab Puluhan Warga Keracunan di Pontianak Utara

Editor: Redaksi
Sebarkan:

Warga yang diduga keracunan makanan di Pontianak Utara sebagian adalah anak-anak. (Foto:Dok polsek pontianak utara)
Pontianak, suaraborneo - Polisi sejauh ini masih menyelidiki penyebab puluhan warga yang  mengalami gejala diduga keracunan makanan di Pontianak Utara.

 Hingga Selasa (9/6/2026), pihak rumah sakit dan instansi terkait masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan yang dikonsumsi para korban.

Kapolsek Pontianak Utara, Kompol Aris mengatakan, pihaknya menerima laporan terkait kejadian tersebut pada Senin (8/6) malam setelah puluhan jemaat menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di Kota Pontianak.

"Berdasarkan data sementara, korban yang diduga mengalami keracunan berjumlah 58 orang," kata Aris, Selasa (9/6/2026).

Aris menjelaskan, sebelum mengalami gejala, para korban menghadiri kegiatan di Gereja Stella Maris yang diikuti sekitar 300 jemaat. Dalam kegiatan tersebut, panitia menyediakan konsumsi berupa nasi kotak untuk peserta.

Tak lama setelah mengonsumsi makanan itu, sejumlah jemaat mulai mengeluhkan mual, muntah, diare, pusing, hingga sakit pada bagian ulu hati. Kondisi tersebut membuat para korban mendatangi fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan medis.

Dari hasil pendataan sementara, sebanyak 51 korban mendapatkan penanganan di RSUD Pontianak Utara. Rinciannya, empat orang menjalani rawat inap, 29 orang masih dalam observasi, dan 18 lainnya menjalani rawat jalan.

Sementara itu, tujuh korban lainnya dirawat di RS Yarsi Pontianak. Tiga orang menjalani rawat inap dan empat lainnya mendapat penanganan rawat jalan.

Menurut Aris, jumlah korban masih berpotensi bertambah karena hingga kini masih ada jemaat yang datang untuk menjalani pemeriksaan kesehatan.

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, menu nasi kotak yang dikonsumsi korban terdiri dari nasi putih, ayam goreng tepung, tumis buncis dan wortel, serta telur rebus berbumbu pedas.

Polisi saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti insiden tersebut. Sampel makanan yang diduga menjadi sumber keracunan telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan laboratorium.

"Kami masih melakukan pendataan dan berkoordinasi dengan pihak terkait. Sampel makanan juga sudah diamankan untuk dilakukan uji laboratorium," ujar Aris.

Sementara itu Direktur RSUD Pontianak Utara, drg Nuzulisa mengatakan, belum dapat dipastikan penyebab pasti kejadian yang membuat sedikitnya 58 orang harus mendapatkan penanganan medis tersebut.

"Sampel makanan sudah kami ambil dan kirim untuk diperiksa di laboratorium. Untuk penyebab pastinya, termasuk apakah ada bakteri atau faktor lainnya, kami masih menunggu hasil pemeriksaan," kata Nuzulisa.

Menurut dia, seluruh pasien yang datang ke rumah sakit memiliki riwayat menghadiri kegiatan keagamaan di Gereja Stella Maris pada Minggu (7/6). 

Dalam kegiatan itu, para peserta menerima paket makanan yang diduga berkaitan dengan munculnya gejala yang dialami korban.

Dari hasil pemeriksaan awal, para pasien mengeluhkan gejala yang hampir seragam, mulai dari mual, muntah, diare, sakit perut, sakit kepala hingga menggigil.

Meski demikian, pihak rumah sakit belum berani menyimpulkan bahwa makanan yang dibagikan dalam kegiatan tersebut menjadi penyebab utama sebelum hasil laboratorium keluar.

"Kami tidak bisa mendahului hasil pemeriksaan. Saat ini yang bisa kami lakukan adalah menangani pasien dan menunggu hasil uji laboratorium," ujarnya.

Hingga saat ini, jumlah korban yang tercatat mendapatkan perawatan mencapai 58 orang. Sebagian telah diperbolehkan pulang, sementara puluhan lainnya masih menjalani observasi dan perawatan medis.

Nuzulisa mengatakan fokus penanganan saat ini adalah mencegah kondisi pasien memburuk akibat kehilangan cairan tubuh yang dipicu muntah dan diare.

"Kami memberikan terapi cairan, obat-obatan simptomatik, dan pemantauan kondisi pasien secara berkala," katanya.(*/)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini