Dalam sambutan Bupati yang dibacakan Francis, ditegaskan bahwa Program Desa Sarjana Unggul merupakan salah satu bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Malinau dalam membangun sumber daya manusia (SDM) yang unggul, berdaya saing, dan memiliki kepedulian terhadap pembangunan daerah.
Menurutnya, kemajuan suatu daerah tidak hanya ditentukan oleh kekayaan sumber daya alam yang dimiliki, tetapi juga oleh kualitas manusianya. Karena itu, investasi di bidang pendidikan menjadi langkah strategis untuk mencetak generasi yang mampu membawa perubahan positif bagi Kabupaten Malinau.
Tahun ini, program tersebut mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. Sebanyak 662 peserta mengikuti proses seleksi, terdiri atas 260 peserta yang menjalani tes secara luring di Ruang Tebengan dan 402 peserta lainnya mengikuti seleksi secara daring dari berbagai wilayah.
Pemerintah Kabupaten Malinau menegaskan bahwa proses seleksi tidak semata-mata menilai kemampuan akademik peserta. Aspek karakter, integritas, kedisiplinan, tanggung jawab, serta komitmen untuk kembali mengabdi dan membangun desa asal juga menjadi bagian penting dalam penilaian.
"Seluruh peserta diimbau mengikuti seleksi dengan jujur dan menjunjung tinggi sportivitas. Sementara panitia diminta melaksanakan seluruh tahapan seleksi secara objektif, transparan, profesional, dan akuntabel guna menghasilkan peserta terbaik," ujarnya.
Melalui Program Desa Sarjana Unggul, Pemkab Malinau berharap dapat melahirkan generasi muda yang kelak menjadi tenaga profesional, akademisi, tenaga kesehatan, guru, insinyur, hingga wirausahawan yang mampu berkontribusi nyata dalam pembangunan desa dan mewujudkan Malinau yang semakin maju, mandiri, serta berdaya saing. (prokompim/red)
