-->

Hari Berkabung Daerah Kalbar 2026, Sekda Harisson Ajak Generasi Muda Jangan Lupakan Sejarah Perjuangan Pahlawan Mandor

Editor: Antonius
Sebarkan:


LANDAK,
suaraborneo.id  – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menggelar Upacara Hari Berkabung Daerah Tahun 2026 di halaman Tugu Monumen Makam Juang Mandor, Kabupaten Landak, Senin (29/6/2026). Upacara dipimpin oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, dr. H. Harisson, M.Kes., sebagai bentuk penghormatan kepada para pejuang dan tokoh masyarakat Kalimantan Barat yang menjadi korban pembantaian tentara Jepang.


Meski Hari Berkabung Daerah diperingati setiap tanggal 28 Juni, pelaksanaan upacara tahun ini dilaksanakan pada 29 Juni 2026. Kegiatan berlangsung dengan penuh khidmat dan dihadiri jajaran pejabat Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, Pemerintah Kabupaten Landak, unsur TNI-Polri, anggota veteran, serta keluarga ahli waris korban pembantaian Jepang.

Usai upacara, Sekda Kalbar dr. Harisson menjelaskan bahwa peringatan Hari Berkabung Daerah merupakan momentum untuk mengenang pengorbanan para tokoh pejuang Kalimantan Barat yang ditangkap dan dibunuh oleh tentara Jepang pada masa pendudukan sekitar tahun 1942.

"Kita setiap tanggal 28 Juni memperingati Hari Berkabung Daerah. Saat itu banyak tokoh-tokoh pejuang kemerdekaan di Kalimantan Barat dikumpulkan oleh tentara Jepang, kemudian dibunuh dan dimakamkan di sekitar Mandor. Karena itu, kita terus memperingati pengorbanan para tokoh kita," ujarnya.

Harisson juga mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, agar tidak melupakan sejarah perjuangan para pahlawan yang telah berkorban demi kemerdekaan Indonesia.

"Jangan sekali-kali melupakan sejarah. Mari kita mengenang perjuangan para pahlawan kita yang telah memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia. Generasi muda harus terus memiliki semangat untuk membangun bangsa dan negara," pesannya.

Sementara itu, Wakil Bupati Landak Erani, ST., MT., mengatakan bahwa peringatan Hari Berkabung Daerah menjadi pengingat atas jasa besar para pendahulu yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi kemerdekaan bangsa.

Menurutnya, kawasan Monumen Makam Juang Mandor juga harus terus dilestarikan dan mendapat perhatian agar menjadi tempat ziarah sejarah yang layak bagi keluarga korban maupun generasi muda.

"Kegiatan ini mengingatkan kita bagaimana para pendahulu berjuang sehingga hari ini kita dapat menikmati hasil perjuangan mereka. Tempat-tempat bersejarah seperti ini harus terus dilestarikan dan diperbaiki agar semakin baik serta menjadi tujuan ziarah sejarah," ungkap Erani.

Ia berharap semangat pengorbanan para pahlawan menjadi inspirasi bagi seluruh masyarakat untuk terus berkarya, memberikan pelayanan terbaik, dan berkontribusi bagi kemajuan daerah, bangsa, dan negara.

"Mereka rela mempertaruhkan nyawa demi bangsa. Tentu kita yang menikmati hasil perjuangan mereka harus mampu memberikan karya, pengabdian, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat," tutupnya.(Anton)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini