![]() |
| Ketua Bidang I TP PKK Provinsi Kalimantan Barat, Ny. Donata Krisantus,hadir dalam kampanye Kesehatan Akselerasi Peningkatan Derajat Kesehatan Keluarga di Aula Kantor Camat Sungai Kakap. (Foto:adpim) |
Dalam sambutannya, Donata menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui Dinas Kesehatan, TP PKK, kader, serta seluruh komponen masyarakat dalam mempercepat penurunan angka stunting dan meningkatkan status gizi masyarakat.
“Sadar Gizi Akselerasi Kegiatan Kampanye Peningkatan Derajat Kesehatan Keluarga ini adalah bagian dari upaya kita bersama untuk mempercepat penurunan angka stunting dan peningkatan status gizi di wilayah kita,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat. Menurutnya, Posyandu tidak hanya menjadi tempat penimbangan balita, tetapi juga pusat edukasi dan penggerak perubahan sosial di tengah masyarakat.
“Posyandu bukan hanya tempat timbang bayi. Posyandu adalah pusat edukasi, pelayanan kesehatan, dan penggerak perubahan sosial. Kita harus aktif, kreatif, dan kolaboratif,” tegasnya.
Donata menyampaikan bahwa angka stunting di Kalimantan Barat berdasarkan SSGI 2024 masih berada pada angka 26,8 persen, sementara Kabupaten Kubu Raya sebesar 30,23 persen. Namun berdasarkan data program Sigizi 2025, angka stunting Kalbar tercatat sebesar 14 persen dan Kubu Raya sebesar 8,7 persen.
Menurutnya, perbedaan data tersebut tidak perlu diperdebatkan, melainkan harus menjadi motivasi bersama untuk terus menurunkan angka stunting semaksimal mungkin melalui langkah nyata dan kolaboratif.
Melalui kampanye ini, diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya pemenuhan gizi ibu hamil dan balita, sekaligus meningkatkan keterampilan kader dan ibu hamil dalam menyiapkan makanan tambahan berbasis bahan lokal.
Ia juga mengapresiasi tingginya antusiasme peserta yang terdiri dari organisasi wanita, lintas sektor, tokoh masyarakat, kader kesehatan, hingga ibu hamil.
“Mari kita jadikan momentum ini untuk bertekad tidak boleh ada stunting. Kita harus terus berupaya mencegah anak-anak Kalbar terlahir stunting dengan persiapan sejak usia remaja, terutama remaja putri agar siap memasuki masa kehamilan dengan tubuh sehat dan pengetahuan gizi yang memadai,” tutupnya. (r/*)
