![]() |
| Budidaya kakao dan pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT) bagi Kelompok Tani Senguyun di Desa Metun Sajau, Kecamatan Tanjung Palas Timur. (Foto:dkip) |
Pelatihan yang dikemas dalam bentuk sekolah lapang tersebut berlangsung interaktif. Para petani tidak hanya menerima materi teori, tetapi juga mengikuti praktik langsung di lapangan serta berdiskusi terkait kendala yang dihadapi selama budidaya kakao.
Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Kabupaten Bulungan, Yuniarti Utami, mengatakan kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas petani dalam mengelola tanaman kakao secara berkelanjutan.
“Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani, khususnya dalam budidaya kakao yang baik serta pengendalian OPT secara aktif,” ujarnya.
Selain pelatihan, Dinas Pertanian juga menyerahkan bantuan kepada Kelompok Tani Senguyun sebagai dukungan pengembangan sektor perkebunan kakao di wilayah tersebut.
Dalam kegiatan itu, hadir pula tenaga ahli dari Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (Puslit Koka) Jember, Wagiyo, yang memberikan materi mengenai penanganan pascapanen kakao. Ia menyoroti masih ditemukannya biji kakao yang belum kering sempurna sehingga berpotensi menurunkan kualitas hasil panen.
“Masih kita dapati biji kakao yang belum kering sempurna. Kalau dibelah masih terlihat lembap dan berpotensi berjamur. Idealnya kadar air yang aman sekitar 5 persen,” jelasnya.
Wagiyo juga mengingatkan pentingnya teknik penyimpanan hasil panen agar mutu kakao tetap terjaga. Menurutnya, suhu penyimpanan ideal berada di kisaran 25 derajat Celsius.
“Jangan sembarang menyimpan hasil panen, karena ini sangat menentukan mutu biji kakao,” tambahnya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya menjaga kesuburan tanah dengan penggunaan bahan organik yang seimbang serta pengendalian hama dan penyakit tanaman secara tepat.
“Kalau hanya mengandalkan pupuk kimia tanpa bahan organik, tanah akan kehilangan struktur seratnya. Penggunaan pestisida juga harus dilakukan secara terukur,” katanya.
Wakil Bupati Bulungan, Kilat, A.Md, turut hadir dalam kegiatan tersebut didampingi istri. Ia juga meninjau langsung hasil panen kakao milik petani dan memberikan motivasi agar petani terus serius mengembangkan komoditas unggulan tersebut.
“Saya ingin petani di Bulungan, khususnya di Desa Metun Sajau, terus semangat dan serius dalam mengelola kakao. Ini komoditas unggulan yang punya nilai ekonomi tinggi,” ujarnya.
Kilat berharap para petani dapat menerapkan ilmu yang diperoleh selama pelatihan sehingga hasil produksi kakao semakin meningkat dan mampu memperkuat sektor perkebunan sebagai penopang ekonomi daerah.
Di akhir kegiatan, Wakil Bupati bersama Dinas Pertanian dan pihak perusahaan kembali menyerahkan bantuan kepada kelompok tani sebagai bentuk dukungan berkelanjutan terhadap peningkatan kapasitas petani kakao di Kabupaten Bulungan. (dkip)
