![]() |
| Andy Kurniawan Bong, Pengamat Ekonomi, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Untan. (Foto:ist) |
Pengamat ekonomi Kalbar Andy Kurniawan Bong, dimintai tanggapannya menyatakan kenaikan harga tiket pesawat dinilai berpotensi memengaruhi pergerakan penumpang serta pertumbuhan ekonomi daerah.
Menurut Andy, masyarakat perlu memahami perbedaan komponen biaya antara penerbangan domestik dan internasional.
Ia menjelaskan, pada penerbangan domestik umumnya sudah termasuk bagasi, sementara untuk rute internasional banyak maskapai yang belum memasukkan bagasi dalam harga tiket dasar.
“Kita harus melihat secara detail, terutama soal bagasi, ujarnya.
Penerbangan luar negeri sering kali belum termasuk bagasi, sehingga perlu dikalkulasi secara menyeluruh oleh penumpang, jelasnya, Senin 13 April 2026.
Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Untan ini menambahkan, kenaikan harga tiket pesawat saat ini tidak terlepas dari kondisi global, termasuk konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada lonjakan harga minyak dunia.
“Perang di Timur Tengah memengaruhi harga minyak secara global, bukan hanya di Indonesia. Ini berimbas pada biaya operasional maskapai dan akhirnya pada harga tiket,” tambahnya.
Andy menilai tingginya harga tiket akan berdampak langsung terhadap jumlah penumpang. Semakin mahal harga tiket, maka potensi penurunan jumlah orang yang bepergian juga semakin besar.
“Kalau harga tiket semakin mahal, tentu orang yang datang akan semakin sedikit. Ini akan memengaruhi aktivitas ekonomi, termasuk sektor pariwisata dan usaha terkait,” katanya.
Ia berharap kondisi global dapat segera membaik agar harga tiket kembali stabil dan aktivitas ekonomi dapat pulih.
“Harapan kita, konflik bisa segera diselesaikan sehingga harga bisa kembali normal, bahkan lebih baik, dan roda perekonomian bisa berjalan optimal,” pungkasnya.(*/r)
