Karolin Hadiri Ritual Adat Tapukng Tawar Ngelatak Batu Pakat Binua Pantu Seratus

Editor: Redaksi
Sebarkan:

Ritual adat Tapukng Tawar Ngelatak Batu Pakat Binua Pantu Seratus dengan ditandai peletakan batu pakat pembangunan monumen Binua Pantu Seratus. Foto:dki 
Landak Kalbar, Suaraborneo.id – Bupati Landak periode 2017-2022, Karolin Margret Natasa menghadiri dan mengikuti ritual adat Tapukng Tawar Ngelatak Batu Pakat Binua Pantu Seratus dengan ditandai peletakan batu pakat pembangunan monumen Binua Pantu Seratus yang bertempat di Terminal Ngabang, Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak, senin (27/02/23).

Kegiatan tersebut juga dihadiri Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Fraksi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Daerah Pemilihan (Dapil) Kalimantan Barat 1 Cornelis, Penjabat (Pj) Bupati Landak Samuel beserta Forum Pimpinan Komunikasi Daerah (Forkopimda) Landak, Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Landak, Timanggong Binua Pantu Seratus dan masyarakat Binua Pantu Seratus.

Karolin mengatakan bahwa dirinya sangat mendukung pelestarian adat dan budaya yang ada di Kabupaten Landak yang bertujuan agar masyarakat selalu ingat dengan identitas sebagai masyarakat yang memiliki suku, adat dan budaya.

"Kami sangat mendukung sekali masyarakat yang mau melestarikan adat dan budaya baik suku apapun yang ada di Kabupaten Landak, termasuk pada saat ini kegiatan masyarakat Binua Pantu Seratus. Kita berharap masyarakat Binua Pantu Seratus yang sejak lama tinggal di Kota Ngabang ini, mampu melestarikan adat dan budaya mereka," ucap Karolin.

Lebih lanjut Karolin mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Landak dapat menjadi contoh bagi masyarakat di provinsi Kalimantan Barat dan Indonesia sebagai masyarakat yang selalu menjunjung tinggi nilai-nilai adat istiadatnya.

"Jaga terus nilai-nilai adat istiadat kita dan jadilah saling mendukung satu sama lain, sebagai bagian dari bingkai bhinneka tunggal Ika. Saya sangat bangga masyarakat Kabupaten Landak sangat toleransi dan kompak dalam menjaga serta melestarikan kebudayaannya, itu yang terpenting," ungkap Karolin.

Hal senanda juga disampaikan Anggota DPR RI Cornelis yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Pertimbangan Majelis Adat Dayak Nusantara (MADN) menjelaskan bahwa dirinya saat menjabat sebagai Ketua DAD Kalimantan Barat telah meletakkan pondasi dasar agar masyarakat suku Dayak menjadi masyarakat yang maju dan modern tanpa melupakan adat dan budayanya.

"Saya sudah meletakkan pondasi dasar itu, agar kita ini menjadi masyarakat yang maju dan modern tanpa melupakan adat istiadat melalui organisasi DAD maupun MADN. Selain dari pada itu, kita juga harus melestarikan nilai-nilai luhur adat istiadat kita dan jangan pernah kita tinggalkan," terang Cornelis. (dki) 

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini