-->

Diskusi Tentang Sistem Informasi dan Aplikasi Kepemiluan

Editor: Asmuni
Sebarkan:

Coffee Morning tentang Sistem Informasi Aplikasi Kepemiluan. Foto:as
Sekadau Kalbar, Suaraborneo.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sekadau, melaksanakan Coffee Morning tentang Sistem Informasi Aplikasi Kepemiluan, bertempat di salah satu Cafe di Sekadau, Kamis (22/9/2022). 

Ketua KPU Sekadau, Drianus Saban mengatakan, kegiatan hari ini diskusi tentang isu media sosial pada saat  pelaksanaan pemilu 2024 mendatang. 

"Karena kita dihadapkan dengan tantangan yang berat yakni tantangan media sosial baik bagi penyelenggara pemilu, aparat hukum maupun teman-teman media. Tantangan ini memang harus kita tanggapi serius. Karena media sosial paling mudah diakses oleh semua orang paxa saat pelaksanaan pemilu. Selamat 

Drianus Saban juga menyampaikan, saat ini KPU Sekadau sedang menyiapkan tahapan-tahapan Pemilu. KPU juga sudah ada sistem informasi yang dikelola oleh Sistem Informasi Data Pemilih (Sidalih) Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap), Lindungi Hakmu dan beberapa aplikasi lainnya. 

"Aplikasi itu dalam rangka mempermudah dalam rangkaian kegiatan Pemilu," kata Saban. 

Drianus Saban juga menjelaskan bahwa saat ini sedang pendataan partai politik, memperifikasi tentang partai politik peserta Pemilu. 

Mewakili Ketua Bawaslu Kabupaten Sekadau, Teodorus Sutet mengatakan, Bawaslu Kabupaten Sekadau sedang merekrut tenaga ad-hoc tenaga pengawas tingkat kecamatan. 

"Saat ini sedang dilakukan penerimaan berkas. Pendaftaran mulai 21-27 September," ujarnya. 

Sutet menerangkan, Bawaslu Kabupaten juga sudah ada sistem informasi dan aplikasi SIPS terkait dengan sengketa, Sigap Lapor, yakni laporan masyarakat terkait dugaan pelanggaran Pemilu, Siwaslu, yakni memudahkan Bawaslu pusat untuk melacak langsung kegiatan Bawaslu di daerah pada saat Pemilu. 

"Bawaslu juga sedang menggandeng konten kreator tentang Kepemiluan dan Mapindo, terkait pemberitaan, apakah berita itu benar atau tidak (hoax)," katanya. 

Selain itu, Bawaslu juga bekerjasama media sosial antara lain dengan google, facebook dan media sosial lainnya. 

"Bawaslu mengajak tokoh adat, agama, masyarakat untuk mencegah pelanggaran pada saat pemilu. Kita juga mengajak peran aktif masyarakat memberikan informasi awal terkait Pemilu," pinta Sutet. 

Sementara, Wakapolres Sekadau, Kompol M. Aminuddin mengatakan, pilkada 2024 adalah pilkada serentak yang dilakukan seluruh Indonesia. 

Ia menyampaikan, pihak kepolisian berkaitan dengan situasi dan keamanan di seluruh Indonesia. 

"Mari kita sama-sama menjaga stabilitas keamanan khususnya di Kabupaten Sekadau," ajaknya. 

Ia juga meminta dari rekan-rekan media untuk membuat berita yang positif dan bukan berita hoax. 

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Sekadau, Matius Jon mengatakan, ada beberapa hal terkait Pemilihan yang berkualitas, yakni Pemilu yang bebas, jujur dan adil. 

"Dalam rangka meminimalisir dampak dalam Pemilu tersebut, maka KPU mengevaluasi beberapa hal yang mungkin terjadi dalam pelaksanaan pemilu," jelas Matius Jon. 

"Secara administratif, ada 4 hal yang menjadi titik rawan dalam Pemilu, yakni Pisywar (perasan psikologis melalui informasi), penyebaran berita hoax, mengubah dan memanipulasi data dan terakhir, salah perhitungan," pungkasnya.

Kegiatan ini dihadiri oleh Komisioner KPU, Bawaslu, Forkopimda, Dinas Kominfo, Kesbangpol, tokoh masyarakat dan Awak Media. (as/adv). 


Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini