-->


Florensius Ronny: Bijaklah Menggunakan Medsos

Editor: Asmuni
Sebarkan:

Ketua DPRD Kabupaten Sintang, Florensius Ronny.
Sintang Kalbar, Suaraborneo.id - Ketua DPRD Kabupaten Sintang, Florensius Ronny meminta masyarakat Bumi Senentang menggunakan media sosial (medsos) dengan bijak. Apalagi, saat ini situasi politik nasional masih hangat-hangatnya.

“Kita harus bijak menggunakan media sosial. Jangan sampai status yang dibuat di media sosial menimbulkan efek-efek yang dapat merugikan masyarakat banyak,” kata Ronny.

Politisi muda Partai Nasdem ini mengatakan, saat ini isu yang lagi ramai diperbincangkan dimasyarakat adalah pemilihan Presiden RI. Silakan menyampaikan pendapat di media sosial. Tapi jangan menyebarkan ujaran kebencian (hate speech), berita bohong (hoaks) dan menyinggung suku agama dan ras tertentu.

“Selama update di media sosial adalah sesuatu yang positif tentu tidak ada masalah. Jika ingin menyampaikan pendapat, silakan saja. Atau menggunakan medsos untuk hiburan, juga sah-sah saja. Tapi, jangan gunakan medsos untuk hal-hal negatif,” tegas Ronny.

Dikatakan Ronny, perlunya perilaku bijak di media sosial bukannya tanpa alasan. Mengingat, ada sanksi hukum jika kita menggunakan media sosial untuk hal-hal yang salah.

“Jika kita tidak bijak dan ada pihak-pihak yang tidak terima dengan status medsos kita kemudian di laporkan, bisa dijerat dengan Undang Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Makanya, kita harus waspada dan pintar-pintar bermedia sosial,” ucapnya.

Kasubag Humas Polres Sintang, AKP Sudjiono mengatakan, saat ini media sosial menjadi salah satu kebutuhan masyarakat karena menyajikan banyak informasi. Namun jika tidak digunakan secara bijak, medsos bisa menjadi boomerang. Yang memprihatinkan, terkadang hoaks yang berseliweran di medsos ditanggapi serius oleh netizen.

“Makanya masyarakat harus smart dalam bermedsos. Harus hati-hati berkomentar dan posting sesuatu. Jangan terlalu larut dengan dunia maya hingga melanggar Undang Undang ITE. Banyak netizen yang berakhir di bui akibat memposting sesuatu yang belum terbukti kebenaranya. Oleh karena itu, tolong saring sebelum sharing di medsos,” pungkasnya. (**)
Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini