KSP Agro Komitmen Akan Melanjutkan Pembukaan Lahan yang Belum Digaraf

Sebarkan:

General Manajer KSP Agro Fahrur Razi Lubis
Sekadau Kalbar, Suaraborneo.id - Pada hari Selasa Tanggal 1 Maret 2022 lalu, perwakilan Masyarakat 4 Desa di Kecamatan Belitang Hulu yakni desa Batuk Mulau, desa Sebetung, desa Sungai Tapah dan desa Ijuk menyampaikan aspirasi kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Sekadau. 

Perwakilan 4 desa ini menganggap bahwa lahan yang masuk wilayah mereka yang juga masuk Hak Guna Usaha (HGU) PT. Kalimantan Bina Permai (KBP) diterlantarkan atau lahan tidur karna sudah puluhan tahun tidak digaraf dan tidak ditanam tumbuh dalam hal ini sawit. Sehingga mereka meminta agar HGU tersebut dicabut. 

Menanggapi hal tersebut, General Manajer PT. Kalimantan Sanggar Pusaka (KSP Group), Fahrur Razi Lubis mengatakan, sejak take over, beberapa hal yang sudah dilakukan oleh oleh pihaknya, dalam hal ini pihak PT. KBP. 

Sejak take over bbrp (beberapa) hal kami lakukan sejak pengalihan management sejak 2019, sbb : (sebagai berikut) 

1. Melakukan inventarisir SDM yg ada dan peningkatan kompetensi seluruh staff dan karyawan melalui kegiatan training, fieldday dan pengenalan serta penggunaan jaringan IT dalam melakukan administrasi input data.

2. Menginventarisir asset-asset kebun. 

3. Menginventarisir kegiatan2 kebun, yg (yang) paling dominan seperti perbaikan kondisi kebun yg sudah lama tidak terkelola, spt : (seperti) 

A. Weeding dan Pruning ( kondisi ini sudah sgt  (segitu) lama tidak di lakukan perawatan, sehingga oleh management baru di lakukan dengan sistem CRASH PROGRAMME, hal ini berlangsung cukup lama hingga tahun 2020 agar kegiatan panen dapat dilakukan dengan maksimal, sekalipun kondisi tanaman yg (yang) cukup under produksi akibat kegiatan pupuk yg sejak lama tidak diaplikasikan ke lapangan. 

B. Akses panen ( piringan, pasar pikul dan titi panen yg kondisinya memang perlu perbaikan total).

4. Menginventarisir kondisi pabrik serta upaya2 (upaya-upaya) peningkatan mesin2 (mesin-mesin) pabrik yg (yang) dilakukan juga secara CRASH PROGRAMME. 

5. Hal2 (hal-hal) lain yg (yang) menjadi penunjang dalam hal koordinasi ke pemerintahan dan kehumasan serta pembinaan kemitraan dengan petani plasma.

6. Untuk kegiatan pengembangan yg (yang) sedang berjalan, baru dapat di lakukan pada semester 2 tahun 2021 karena management masih fokus memperbaiki infrastruktur dan kondisi di internal kebun. Hal ini yg (yang) di lakukan sejak pengambil alihan management di tahun 2019. Keterbatasan di management lama yg (yang) terkendala dalam pengelolaan management sehingga di ambil alih oleh management KSPA di tahun 2019. Demikian kronologis pengelolaan management Lyman ke Management KSP Agro. Demikian penjelasan dari Fahrur Razi Lubis yang diterima oleh Suaraborneo.id, seperti dikutip dari tulisan asli di akun WhatsApp-nya," Jum'at (4/3/2022).

"Saat ini sudah berjalan pak dan sudah ada nursery di Sei Piring (Sungai pering) serta persiapan pembebasan lahannya," tambahnya.

Ditanya soal komitmen dari pihak pt. KBP untuk melanjutkan pembukaan lahan kembali, Fahrur Razi juga menjawab dengan singkat. 

" Iya pak..., " pungkasnya. (red)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini