Peran Sektor Pariwisata Dinilai Sangat Penting

Editor: Redaksi

Webinar nasional 
PONTIANAK, suaraborneo.id - Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji, menghadiri Webinar Nasional dengan tema “Reaktivasi Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Memasuki Adaptasi Kebiasaan Baru” Sesi II.


Webinar nasional ini dibuka oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia, Luhut B Pandjaitan.


Pandemi Covid-19 ini berdampak besar bagi sektor pariwisata, yang kali ini bercermin dari penurunan wisata asing dan devisa wisata. Pada bulan Mei 2020 BPS-RI mencatat bahwa perjalanan wisatawan turun hampir 100% dan Bank Indonesia juga menyatakan perolehan devisa wisata turun 97,3%.


“Mari kita semua bekerjasama untuk memulihkan pariwisata dan ekonomi kreatif ini. Hal pertama yang kita lakukan adalah menjaga kebersihan ketempat tujuan-tujuan atau spot-spot turis,” ungkap Luhut.


“Kedua, bicara dengan team work kalau kita bahu-membahu Insya Allah semua itu akan tercapai. Ketiga, saya minta Bapak-Ibu untuk mengingatkan masyarakat kita dengan adanya turis lokal ini, itu akan membantu pergerakan ekonomi kita,” lanjutnya.


Dalam kesempatan ini Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji menyampaikan, sektor pariwisata, multiplayer efeknya sangat besar sehingga jika ingin memulihkan perekonomian masyarakat secara luas maka sektor pariwisata berperan sangat penting.


“Karena pariwisata sudah hidup kembali maka multiplayer efeknya sangat besar, dan yang sangat terdampak sebetulnya yaitu Kab/Kota, karena jika pariwisata tidak bangkit, maka ekonomi Kabupaten/Kota yang mengandalkan pajak-pajak restoran ataupun retribusi, maka akan semakin terpuruk,” imbuh Sutarmidji di Data Analytic Room Kantor Gubernur Kalbar, Rabu (12/08/2020).


Kalimantan Barat sendiri mempunyai 584 destinasi wisata yang tidak tergali dengan baik, salah satu contoh yaitu Pantai Temajuk dan yang mempromosikan justru Malaysia. Pantai Temajuk ini panjangnya 40 kilometer tanpa putus.


“Pantai ini sangat bagus yang akan kita jadikan objek andalan untuk Kalimantan Barat, bahkan kunjungan dari wisatawan Malaysia sangat besar jumlahnya setiap hari sabtu dan minggu,” ungkapnya.


"Mana ada di Indonesia pantai sepanjang itu, kemudian dilengkapi dengan terumbu karang yang masih asli bahkan orang kalau mau makan lobster tinggal nyelam, ambil kemudian bakar dan masih segar, kemudian disana juga ada dua tempat penangkaran penyu, kemudian musim panen ubur-ubur satu tahun dua kali," jelas Sutarmidji.


Objek wisata Kalbar luar biasa, hanya saja belum digarap Pemerintah Daerah masing masing "Provinsi tidak bisa, karena itu wilayah daerah tingkat II, tapi Pemprov Kalbar mempromosikannya,” ujarnya.


Gubernur Kalbar Sutarmidji berharap, dalam menghidupkan kembali dunia pariwisata, akan memperbaiki dan membuka objek-objek wisata yang sangat potensial untuk di kunjungi turis lokal nusantara maupun mancanegara.(Humas/TS)


Editor: Asmuni 

Share:
Komentar

Berita Terkini