13 Kasus Positif Covid-19 di Kalbar, 3 Diantaranya Meninggal Dunia

Editor: Redaksi
Foto: Kepala Dinas Kesehatan Kalbar, dr. Harisson, M.Kes (Pakaian Dinas)
PONTIANAK, suaraborneo.id – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, melalui Kepala Dinas Kesehatan Kalbar, dr. Harisson, M.Kes mengkonfirmasi kasus terbaru pasien positif, covid-19 di Kalbar, Minggu (12/4) sore. Harisson menjelaskan, berdasarkan berita dari Kementerian Kesehtaan RI, hingga hari ini jumlah pasien positif Covid-19 di Kalbar bertambah menjadi tiga orang.

“Jadi pada hari ini kita menerima berita dari Kementerian Kesehatan bahwa ada tambahan 3 orang kasus konfirmasi Covid-19, itu seorang ibu berumur 54 tahun yang sekarang sedang dirawat disalah satu di rumah sakit di Kota Pontianak, kemudian seorang pria umur 71 tahun yang sekarang juga dirawat di Kota Pontianak,” kata Harisson melalui keterangan persnya, Minggu (12/4) sore.

Harisson menjelaskan, satu dari tiga orang yang dinyatakan positif Covid-19 itu meninggal dunia, sehingga jenazah yang bersangkutan ditangani sesuai SOP (standar operasional prosedur) protokol dari pemerintah.

“Kemuadian ada lagi seorang pria berumur 68 tahun, pria ini sudah meninggal dunia kemarin, jadi dia baru diketahui sebagai kasus konfirmasi Covid-19, tetapi karena dia rapid test-nya reaktif, pasien ini sudah dilakukan penatalaksanaan jenazah dan penguburannya sudah sesuai dengan protokol Covid-19,” ujarnya.

Kadinkes Kalbar ini juga menambahkan, untuk dua pasien yang dinyatakan positif saat ini kondisi kesehatannya sudah mulai stabil dan bahkan menunjukan tanda-tanda perbaikan.

“Keadaan dua pasien ini yang ibu dengan bapak tadi itu dia sekarang menujukan keadaan yang stabil, menunjukan tanda-tanda klinis menuju perbaikan, kita do’akan semoga bapak dan ibu kasus konfirmasi ini akan juga keluar dari rumah sakit dengan keadaan sembuh sepenuhnya,” harap Harisson.

Sementara intuk keluarga pasien yang kasus konfirmasi positif dan telah meninggal dunia akan dilakukan pengawasan dari Dinas Kesehatan Kota Pontianak selama 14 hari. Bahkan dari pemeriksaan kesehtaan dari petugas medis, keluarga tersebut dinyatakan Non Reaktif (negatif).

“Untuk satu lagi pasien kasus konfirmasi yang sudah meninggal itu, Dinas Kesehatan Kota telah melakukan kontak strecing dengan seluruh keluarganya dan seluruh kontaknya dan hasilnya semua non reaktif, tapi 10 hari atau sampai 14 hari kemudian itu dinas kota akan melakukan rapid tes lagi terhadap keluarga dari yang kontak erat dengan pasien kasus konfirmasi Covid-19 tapi sudah meninggal ini,” paparnya.

Dengan adanya tambahan 3 (tiga) kasus positif Covid-19 ini, jumlah kasus di Kalimantan Barat sebanyak 13 orang, tiga diantaranya meninggal dunia.

“Jadi secara keseluruhan kasus di Kalbar untuk kasus konfirmasi Covid-19 adalah 13 orang, lima orang sembuh, 4 orang sedang dirawat, satu orang diisolasi ketat, tiga orang meninggal dunia,” tutur Harisson.

Dalam keterangan persnya Harisson juga menjelaskan, bahwa hari ini (12 April) terdapat dua PDP yang sudah mulai membaik. Dua pasien tersebut adalah seorang pria 46 tahun dan wanita 52 tahun yang sedang dirawat di RSUD Abdul Azis Singkawang.

“Untuk dua orang konfirmasi Covid-19 dinyatakan sembuh pada hari ini adalah seorang pria berumur 46 tahun yang sekarang sedang dirawat di Rumah Sakit Abdul Azis Singkawang, kemudian seorang wanita atau seorang ibu yang berumur 52 tahun yang sekarang sedang dirawat di Rumah Sakit Abdul Aziz Singkawang, jadi dua orang pasien ini dinyatakan sembuh,” terangnya. 

sSelanjutnya masih kata Harisson, ada 7 (tujuh) orang pasien yang sedang kita rawat di rumah sakit dengan status PDP itu hasil pemeriksaan PCR nya dinyatakan negatif. Pasien ini adalah seorang pria berumur 73 tahun yang dirawat di rumah sakit Soedarso dia dinyatakan negatif. Kemudian seorang ibu berumur 58 tahun dirawat di rumah sakit Soedarso juga dinyatakan negatif, berdasrakan pemeriksaan PCR, kemudian seorang pria berumur 24 tahun yang dirawat di Rumah Sakit Rubini Mempawah juga negatif. Seorang wanita berumur 29 tahun juga dirawat di Rumah Sakit Rubini Mempawah juga dinyatakan negatif. Kemudian seorang ibu berumur 41 tahun dirawat di Rumah Sakit Sanggau juga negatif. Kemudian seorang ibu juga umur 35 tahun dirawat di Rumah Sakit Sanggau juga dinyatakan negatif. Terakhir seorang ibu juga berumur 80 tahun yang dirawat di rumah sakit Untan juga dinyatakan negatif.

“Kita juga menerima 16 data pasien yang dinyatakan negatif melalui pemeriksaan PCR, 16 orang ini sebenarnya perbah dirawat di rumah sakit di Kalimantan Barat, tetapi sudah keluar di isolasi secara mandiri, dan mereka dinyatakan negatif. Jadi ada 16 orang yang pernah dirawat di rumah sakit, dia dinyatakan negatif, saat ini meraka sedang dilakukan isolasi mandiri,” pungkasnya. (TS)

Editor: Asmuni 
Share:
Komentar

Berita Terkini