Wabup Sintang, Buka Kegiatan KKR dan Persekutuan Doa Berantai

Editor: Redaksi
SINTANG, suaraborneo.id - Wakil Bupati Sintang, Askiman membuka pelaksanaan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) dan Persekutuan Doa Berantai se-Kecamatan Ketungau Hilir yang dilaksanakan di GKII Tesalonika Dusun Nurkanayan Desa Sungai Deras Kecamatan Ketungau Hilir Kamis (12/3). 

Kebaktian Kebangunan Rohani dan Doa Berantai yang diikkuti 29 gereja GKII dan 4 Pos Pelayanan Iman tersebut mengambil tema “Doa Yang Membersihkan Hati” dan Sub Tema “hidup yang diubahkan dan siap menghadapi perubahan, serta hidup yang menjadi berkat”. 

 “Gedung GKII Tesalonika ini belum selesai karena cukup besar dengan ukuran 10 x 16 meter. Saya mendengar jemaat sudah berswadaya membangun gereja ini. Saya bangga dengan swadaya jemaat GKII Tesalonika. Ini menggugah saya juga untuk membantu kelanjutan pembangunan gereja ini. Jemaat GKII ini dikenal dengan swadaya umatnya yang kuat. Saya mengajak jemaat untuk terus peduli kepada gereja. Terus tambah persepuluhan untuk perkembangan gereja. Kita harus memperhatikan perkembangan gereja yang belum baik dalam hal kesadaran membangun gereja. Kalau gereja yang sudah mandiri, kita tidak perlu memperhatikan. Yang belum mandiri itu yang perlu kita perhatikan," ungkap Askiman.

Ia menywbut, KKR dan doa berantai sudah menjadi acara rutin dan program GKII di Kabupaten Sintang. Saya melihat kegiatan GKII sangat aktif. Gereja yang sederhana tetapi jemaatnya penuh. Itu yang penting. Jadwal kegiatan GKII juga penuh disetiap bulannya. Sehingga jemaat semakin semangat dan lebih peduli kepada gerejanya. KKR ini juga harus mampu membangun rohani kita. Mampu menggerakkan hati kita. KKR harus berbeda dengan kebaktian hari minggu. Doa Berantai juga penting, yang mana para hamba Tuhan bisa berkunjung ke rumah-rumah dan berdoa sesuai kebutuhan keluarga tersebut. 

"Dengan demikian kita semakin dekat dengan Tuhan,” ujarnya.

Askiman juga meminta supaya mendoakan Sintang agar aman dan damai. Sintang akan menjadi tuan rumah pelaksanaan My Home Nasional pada Juli 2020 nanti. Akan hadir jemaat dari seluruh Indonesia. 

"Kita juga akan melaksanakan KKR dengan menggunakan pendekatan budaya” tambah Askiman.

Ketua Daerah GKII Ketungau Hilir Pdt. Simon Ilan, S.Th menyampaikan, KKR dan Doa Berantai ini diikuti oleh Jemaat, pendeta dan vicaris GKII se-Daerah Ketungau Hilir. Kegiatan ini diikuti 29 gereja dan 4 pos pelayanan iman yang ada di Ketungau Hilir. 

Doa Berantai ini merupakan program kerja GKII Daerah Ketungau Hilir yang saat ini menjadi tuan rumah adalah GKII Tesalonika Sungai Deras dan akan berlangsung selama 3 hari. (H) 

Share:
Komentar

Berita Terkini