Bupati Karolin Letakkan Batu Pertama Renovasi Gereja Salib Suci Ngabang

Editor: suaraborneo.id author photo


Bupati Karolin saat meletakkan batu pertama renovasi Gereja salib suci Ngabang
LANDAK, suaraborneo.id - Bupati Landak dr. Karolin Margret Natasa secara resmi melakukan peletakan batu pertama renovasi gereja Katolik Paroki Salib Suci Ngabang, Senin (02/03/2020).

Hadir pada acara tersebut Forkopimda Kabupaten Landak, Sekretaris Daerah, Bimas Katolik, Camat Ngabang dan Para Kepala Desa Kecamatan Ngabang, serta para tokoh agama dan tokoh masyarakat di Landak.

Sebelum dilakukan peletakan batu pertama oleh Bupati Landak, acara didahului dengan pemberkatan lokasi dan material renovasi Gereja Katolik, Salib Suci Ngabang yang dilakukan oleh Pastor Merico, OFM Cap.

Bupati Landak dr. Karolin Margret Natasa menyampaikan Gereja Katolik Salib Suci Ngabang ini usianya sudah cukup tua dan memang dibangun pada jaman dulu sesuai dengan kondisi jaman itu dengan umat yang masih belum banyak.

"Kondisi sekarang sudah sangat jauh berbeda dimana jumlah umat yang ada di kota Ngabang jauh lebih banyak dan bahkan sampai tidak muat lagi di gereja yang ada sekarang, bahkan dihari Minggu biasa pun, umat yang mengikuti ibadah sampai keluar gereja,"ungkap Karolin.

Dikatakannya Pemerintah Daerah berkewajiban menyediakan tempat ibadah yang lebih respresentatif berkaitan dengan perkembangan umat.

"Apalagi kalau terjadi hujan dan angin umat yang membawa anak kecil dan keluarga itu sangat kerepotan, karena situasinya memang berada diluar gereja, oleh karena itu kami melihat perkembangan ini mencoba untuk berinisiasi bagaimana kalau kita lakukan sesuatu untuk mengembangkan gereja yang ada ini agar lebih respresentatif bagi umat,"kata Karolin.

Bupati Landak bersyukur bahwa Renovasi gereja ini telah direspon baik oleh pastor paroki dan disusunya kepanitiaan yang akan segera bekerja untuk bisa melakukan renovasi Gereja Salib Suci Ngabang ini.

"Karena kita menggunakan keuangan Negara maka ada tahapan-tahapan dan ada juga batas waktu, sehingga hal ini harap diperhatikan baik oleh konsultan, panitia, maupun pelaksana pembangunan, jadi saya harapkan kegiatan ini bisa selesai sebelum Natal tahun 2020 ini, selain memudahkan panitia dalam proses pelaporan dan LPJ, juga bisa digunakan oleh umat pada saat Natal Tahun ini," ucapnya.

Karolin berpesan, Prosesi peletakan batu pertama ini, untuk memohon berkat kepada Tuhan yang maha kuasa, pada Allah, Bapa, Putra dan Roh Kudus, agar proses ini di jauhkan dari berbagai hambatan, lancar semuanya, baik semuanya dan selesai pada waktunya.

"Oleh karena itu panitia harus menjaga kekompakan sampai pembangunan ini selesai, jika ada hal-hal dalam proses pembangunannya, agar dibicarakan secara internal, jangan dibicarakan di warung kopi atau media sosial, kalau ada masukan dalam proses pembangunan, silahkan di diskusikan bersama dan di putuskan bersama, mana yang terbaik bagi kepentingan gereja ini," pesan Karolin.


Penulis : Tim liputan/Anton
Editor.  :  Asmuni

Share:
Komentar

Berita Terkini