Generasi Milenial Agar Pahami Pusaran Hoax

Editor: suaraborneo.id author photo
Narasumber dan Perseta yang mengikuti FGD
LANDAK, suaraborneo.id - Asisten Perekonomian dan Pembangunan Drs. Alexsander, MSI, secara resmi mewakili Bupati Landak dr Karolin Margret Natasa membuka acara Focus Group Discussion ( FGD) dengan tema "Milenial Dalam Pusaran Hoax dan Masa Depan Bangsa, terkait Isu Nasional dalam rangka HARKAMTIBMAS", di Resto Melodi, Rabu (19/02/2020).

Peserta dari acara FGD ini perwakilan dari Mahasiswa perguruan tinggi di kabupaten Landak, perwakilan Siswa-siswi SMA di  Ngabang, organisasi masyarakat yang di undang dan narasumber dari acara FGD ini dari Dinas Kominfo Kabupaten Landak, Dinas Pendidikan dan kebudayaan Kabupaten Landak dan dinas Kesehatan Kabupaten Landak.

Dalam sambutan Asisten membacakan sambutan Bupati Landak, yang mengatakan zaman digital merupakan zaman pemberi kemudahan pada manusia, hampir semuanya melalui digital, belanja online, ojek online, membuat SIM (Surat Ijin Mengemudi) secara online dan semuanya serba online, seolah-olah tidak ada lagi hambatan bagi manusia untuk melakukan aktivitasnya. 

"Media digital sendiri bisa didapatkan melalui komputer maupun smartphone yang mana selalu dibawa oleh manusia, terutama generasi Milenial dalam melakukan kegiatan," ujar Alexander

Dia menyampaikan bahwa Kalangan pemuda khususnya generasi Milenial harus mampu mengisi kemerdekaan Republik Indonesia, generasi muda harus bisa memetakan tantangan ke depan agar perjuangan pasca kemerdekaan dapat di implementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

"Tantangan terberat yang harus dihadapi generasi Milenial adalah bertebarannya informasi bohong alias hoax. Informasi hoax bila dibiarkan bisa memprovokasi dan memecah belah persatuan dan kesatuan, oleh karena itu sudah semestinya generasi Milenial untuk memiliki komitmen memerangi hoax," jelas Alexsander.

Ia juga mengatakan ada dua tantangan terberat yang dihadapi generasi Milenial yakni bagaimana menjembatani sejarah dan informasi hoax yang menjadi pemecah, oleh karena itu tantangan tersebut harus segera di tangani dengan cara memberikan edukasi yang berkelanjutan.

"Di era digital sekarang membuat literasi penggunaan media sosial tak terkontrol, untuk itu harus ada edukasi pengguna media sosial terhadap masyarakat, jangan sampai era digital ini semakin memburuk," kata Alexsander.

Penulis: Tim liputan/Anton
Editor   : Asmuni
Share:
Komentar

Berita Terkini