Ria Norsan Ajak Masyarakat Tangani Lahan yang Terbakar

Editor: Redaksi
Wakil Gubernur Kalbar, Ria Norsan saat membuka Forestival Kapuas "Menuju Pembangunan Hijau di Kalimantan Barat" 
KUBU RAYA, suaraborneo.id - Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, membuka Forestival Kapuas "Menuju Pembangunan Hijau di Kalimantan Barat" di Gardenia Resort and Spa, di Jalan Arteri Supadio, Kabupaten Kubu Raya, Rabu (29/1/2020) pagi

Dalam kesempatan itu Ria Norsan Menyampaikan bahwa pihaknya memiliki program dari BNPB terkait pengelolaan lahan yang terbakar untuk masyarakat agar dapat dikelola kembali.

"Kita ada program dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat bahwa lahan yang terbakar akan diberikan seperti kerja sama bersama masyarakat untuk menanam kembali hutan yang terbakar supaya masyarakat bisa menjaganya," ujar Ria Norsan.

Ia juga meminta agar lahan yang masuk dalam area perkebunan untuk segera ditangani.

"Sehingga nantinya tidak dibiarkan, apalagi yang masuk di area perkebunan itu sudah di sampaikan untuk segera di tangani," katanya.

Masih kata mantan Bupati Mempawah untuk tanaman yang di tanam masyarakat misalnya kebun atau hutan masyarakat bisa menanamnya dengan tanaman akasia dan sebagainya seperti tanaman yg bermanfaat tanaman tahunan seperti jagung dan untuk di lahan gambut seperti nanas.

"Pemrov Kalbar telah mencanangkan pembangunan hijau (Green Growth) yang ramah lingkungan dengan berbasis komoditas sebagai upaya untuk mewujudkan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, kesejahteraaan sosial dan kelestarian lingkungan," ungkapnya.

Ria Norsan mengatakan Pembangunan Kalbar ke depan dilakukan dengan meningkatkan sinergi berbagai pihak guna menyelaraskan pertumbuhan ekonomi dengan pelestarian lingkungan.

Pembangunan hijau hanya akan bermakna apabila pemanfaatan sumber daya berkontribusi kepada peningkatan kesejahteraan masyarakat, terutama masyarakat setempat dan lingkungan karena program pertumbuhan ekonomi hijau harus dijabarkan dan dilaksanakan dalam berbagai bentuk kegiatan pembangunan yang langsung menyentuh ke masyarakat secara menyeluruh dan adil.

"Pembangunan hijau hanya akan berarti jika mampu meningkatkan kemandirian daerah khususnya desa," pungkasnya. (TS).
Share:
Komentar

Berita Terkini