Seorang Pemuda Tenggelam di Lokasi PLTMH Batu Jato

Editor: Redaksi
Kapolsek Nanga Taman, Ipda Didik Darman Putra bersama anggota dan Koramil Nanga Taman Bhabinsa desa Pantok Serda Hiras Tampubolon saat mengevakuasi jasad korban tenggelam
SEKADAU KALBAR, suaraborneo.id - Pada hari Minggu tanggal, 3 November 2019 sekitar jam 14.30 Wib bertempat di objek wisata Batu jato tepatnya di Riam bomangk, lokasi PLTMH telah terjadi musibah tenggelamnya seorang pemuda atas nama, Wahyudin Safari (20) asal desa Sengkuang, Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang. 

Kapolsek Nanga Taman, Polres Sekadau, Ipda Didik Darman Putra menjelaskan kronologisnya bahwa, pada hari Minggu tanggal 3 November 2019 sekitar jam 08.00 Wiba saksi-saksi berangkat bersama rombongan Club motor NMAX Sintang untuk berwisata ke Batu jato sebanyak 6 orang. 
Kemudian, sekitar jam 10.00 Wib korban bersama dengan sepupunya an. Ravo Falezi  menyusul 6 orang temannya ke batu jato. 

Setelah sampai di Batu jato, rombongan mandi di daerah bendungan karena pada saat itu kondisi air sedang banjir dan arus deras. Kemudian sekitar jam 14.30 Wib korban berusaha untuk melompat ke bawah bendungan PLTMH namun masih dapat ditarik oleh temannya dan mengatakan bahwa air tersebut sangat deras sehingga korban tidak jadi untuk melompat. 

Namun tidak beberapa lama kemudian, korban tiba-tiba sudah melompat ke bawah bendungan tersebut dan tidak timbul lagi karena arus air sangat deras. Melihat hal tersebut para saksi (temannya) berusaha menolong korban namun tidak dapat tertolong dan meminta bantuan masyarakat sekitar untuk mencari korban. 

Mendengar hal tersebut, masyarakat beserta pengurus objek wisata Batu jato melaporkan kepada Polsek Nanga Taman dan Koramil Nanga Taman serta Puskesmas Nanga Taman. 

Mendapat laporan tersebut, pihak Polsek Nanga Taman di pimpin langsung oleh Kapolsek, Ipda Didik Darman Putra beserta Anggota dan Anggota Koramil Nanga Taman, Serda Hiras Tampubolon (Bhabin desa  Pantok) berangkat menuju lokasi untuk melakukan pencarian korban bersama dengan saksi-saksi dan masyarakat. 

"Sekitar pukul 16.00 Wib jasad korban sudah di temukan dan langsung di evakuasi ke Puskesmas Nanga Taman menggunakan Ambulan Puskesmas," ujar Ipda Didik. 
Kapolsek Nanga Taman mengatakan, setelah sampai di Puskesmas, dilakukan pemeriksaan luar dan tidak ada ditemukan tanda-tanda kekerasan dan pihak Puskesmas Nanga Taman menyatakan bahwa, korban sudah meninggal dunia karena terendam air. 

Setelah dilakukan pemeriksaan luar jasad, Ipda Didik mengatakan bahwa korban langsung di bawa oleh pihak keluarga menuju Kabupaten Sintang untuk di kebumikan dan pihak keluarga sudah menerima kematian korban dan menganggap bahwa kejadian tersebut adalah musibah.

Atas kejadian ini Kapolsek Nanga Taman, Ipda Didik Darman Putra mengimbau kepada masyarakat atau para pengunjung wisata Batu jato supaya berhati-hati. 

"Papan imbauan dan peringatan sudah ada, dan harus lihat situasi. Apagi kalau air pasang karna arusnya deras," imbaunya. 

Sementara teman korban, Irvan saat diwawancarai wartawan mengatakan, saat korban tenggelam, ia bersama satu orang temannya berusaha menolong namun tidak mampu, akhirnya korban tenggelam karna arusnya deras.

Penulis: Tim liputan
Editor: Asmuni 
Share:
Komentar

Berita Terkini