Petani Jagung Integrasi di Landak Minta Pelatihan

Editor: Redaksi
Petani jagung Kabupaten Landak, Yunus Bahet saat menyampaikan minta pelatihan
LANDAK, suaraborneo.id -  petani sawit desa Amboyo Utara Yunus Bahet, minta agar memberikan pelayanan atau pelatihan kepada petani untuk menanam jagung integrasi di areal Replanting tanaman sawit eks Plasma PTPN 13, di Plasma II desa Amboyo Utara kecamatan Ngabang.

Hal ini disampaikan pada acara tanya jawab atau diskusi tentang penanaman jagung di Plasma II desa Amboyo Utara kecamatan Ngabang, Rabu (23/10/2019).

Menurut Yunus, petani di wilayah kecamatan Ngabang ini selama ini petani kebanyakan sudah pandai menanam sawit.

"Sedangkan untuk menanam jagung baru mencoba. Kalau asal tanam tentu bisa. Namun yang di harapkan hasil tanam jagung itu menghasilkan yang lebih baik," ungkapnya.

Dikatakannya menanam jagung itu juga tidak mudah atau asal tanam. Tapi harus sesuai standar. Terutama pupuk yang digunakan dan ukuran memberi pupuk.

" Maka untuk penanaman yang standar itu petani harus mendapat pelatihan. Supaya mendapat hasil yang lebih baik," kata Yunus.

Sementara Kadis perkebunan Alpius, menyampaikan bagi petani yang mau mengolah alat untuk pertanian bisa di pinjamkan dari dinas. Petani bisa mengikuti pelatihan bersama petugas penyuluh lapangan (PPL). Dan untuk pelatihan agar diagendakan waktu untuk melakukan pelatihan.

"Alat yang digunakan secara bergiliran kemudian digunakan untuk petani lainnya.
Jika tidak digunakan tentu alatnya akan di kembalikan lagi ke dinas," ujar Alpius.

Pemerintah membangun pertanian untuk masyarakat tentu untuk memajukan masyarakat atau mensejahterakan masyarakat.

"Maka program pertanian ini harus bersama-sama dilakukan oleh petani. Kita usahakan petani bisa mendapatkan hasil yang lebih baik," terang Alpius.

Penulis : AP
Editor : Asmuni
Share:
Komentar

Berita Terkini