Wagub Kalbar Serahkan Putusan Remisi Lapas Kelas IIA Pontianak

Editor: Redaksi
Add Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan menyerahkan putusan Remisi secara simbolis kepada warga binaan Lapas kelas IIA Pontianak 
PONTIANAK, suaraborneo.id - Wakil Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar), Ria Norsan menyerahkan putusan Remisi 17 Agustus kepada 651 orang warga Lapas Kelas IIA Pontianak, di Lapas Kelas II, Sabtu (17/8) pagi.

Penyerahan putusan Remisi umum 17 Agustus 2019 secara simbolis oleh Wakil Gubernur Kalbar pada saat upacara penyerahan remisi kepada warga binaan Lapas Kelas II A Pontianak.

Ada 651 orang warga binaan Lapas kelas II A Pontianak yang mendapatkan remisi. Untuk Lapas perempuan Kelas IIA Pontianak, ada 63 orang yang mendapatkan Remisi tersebut. 

Wagub Kalbar mengatakan, pemberian Remisi kepada warga binaan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan penghargaan negara terhadap warga binaan yang telah berkelakuan baik dan memiliki prestasi selama menjalani masa tahanan.

"Ini merupakan bonus dari Presiden Republik Indonesia kepada warga binaan yang telah berkelakuan baik. Harapan kita, agar remisi ini bisa menjadi motivasi bagi warga binaan untuk berkelakuan lebih baik lagi selama menjalani masa tahanan, dengan terus mengintropeksi diri," kata Ria Norsan usai menyerahkan Remisi kepada Warga Binaan Lapas Kelas II A Pontianak. 

Ia berharap, agar para warga binaan yang telah menjalani masa tahanan dan kembali kepada masyarakat agar tidak lagi mengulagi apa yang telah diperbuat sebelumnya dan mencoba untuk hidup lebih baik.

"Jadikan semua proses selama masa tahanan menjadi pelajaran untuk menjalani kehidupan yang lebih baik di dalam masyarakat," pesannya. 
Sementara, Kepala Lapas Kelas II A Pontianak, Farhan Hidayat menyebut, untuk warga binaannya yang mendapatkan Remisi sebanyak 651 orang dari 974 orang.

"Ada 4 (empat) orang yang mendapat Remisi lepas pada hari ini, namun belum bisa keluar karena yang bersangukutan dikenakan pidana Subsider, sehingga belum bisa keluar hari ini," jelasnya. 

Farhan Hidayat menjelaskan, untuk mendapatkan Remisi bagi warga binaan tindak pidana umum, mereka harus menjalani enam bulan masa tahanan dan berkelakukan baik selama didalam lapas. 

"Namun, bagi tindak pidana khusus seperti tipikor dan narkoba, mereka harus menjalani sepertiga dari masa pidana dan harus membayar subsidernya," jelasnya. 

Farhan Hidayat menjelaskan, para Napi mendapat Remisi setelah dinyatakan memenuhi syarat dan ketentuan yang berlaku. Mereka juga dinilai telah berkelakuan baik selama menjalani pidana jika dihitung 6 bulan sejak tanggal penahanan sampai 17 Agustus 2019. (as/rilis) 
Share:
Komentar

Berita Terkini