
Kadisdik Landak Samsul Bahri menjelaskan tentang rencana pembangunan sekolah rakyat
LANDAK, Suaraborneo.id – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Landak, Samsul Bahri, mengungkapkan rencana pembangunan Sekolah Rakyat di wilayah Jalan Munggu, Kabupaten Landak, ditargetkan mulai dibangun pada Januari 2027.
Samsul Bahri mengatakan, apabila tidak terdapat hambatan, proses lelang pembangunan Sekolah Rakyat tersebut diharapkan dapat dilaksanakan pada Oktober 2026.
“Mudah-mudahan di 2027 Sekolah Rakyat kita terbangun. Kalau tidak ada hambatan, Oktober akan di-launching lelangnya, kemudian Januari akan dibangun di Jalan Munggu,” kata Samsul Bahri saat Forum Konsultasi Publik Dinas Pendidikan Kabupaten Landak di Aula Pertemuan SMPN 2 Ngabang, Selasa (15/9/2026).
Menurutnya, Sekolah Rakyat tersebut nantinya dapat menjadi salah satu alternatif bagi anak-anak yang mengalami putus sekolah formal dan masih ingin melanjutkan pendidikan.
“Kalau yang putus sekolah formal, mau formal, kita masukkan di Sekolah Rakyat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Sekolah Rakyat dirancang dengan berbagai fasilitas pendukung bagi peserta didik. Mulai dari kebutuhan pakaian, makanan, asrama hingga layanan psikolog akan disediakan.
“Nanti ditanggung semua. Mulai dari pakaian, makanan, psikolognya disediakan, asrama disediakan,” jelasnya.
Untuk pembangunan Sekolah Rakyat tersebut, Pemerintah Kabupaten Landak telah menyiapkan lahan sekitar 9 hektare di wilayah Jalan Munggu, yang berada di sekitar kawasan PDAM.
Samsul Bahri menyampaikan, pihaknya bersama Bupati Landak dan sejumlah kepala perangkat daerah sebelumnya telah melakukan koordinasi dengan Wakil Menteri terkait rencana tersebut.
“Kemarin kebetulan kami mendampingi Ibu Bupati, sama-sama Pak Sekdis juga, Kadis Dinas Sosial, PU, menghadap Pak Wamen. Ya, kita diterima. Mudah-mudahan Oktober ini jadi lelang,” katanya.
Ia menyebut pembangunan tersebut membutuhkan anggaran yang cukup besar, diperkirakan mencapai sekitar Rp300 miliar. Dengan nilai pembangunan tersebut, proyek Sekolah Rakyat dinilai tidak mudah dikerjakan oleh kontraktor lokal secara sendiri.
“Karena ini besar, tidak mampu kontraktor kabupaten, sekitar Rp300 miliar dananya yang akan dibangun lahan persekolahannya ini,” ungkap Samsul.
Selain persoalan anak putus sekolah, Samsul Bahri juga menyoroti berbagai persoalan yang dihadapi remaja, termasuk penyimpangan perilaku dan ancaman narkoba.
Menurutnya, penanganan persoalan tersebut tidak dapat hanya dibebankan kepada Dinas Pendidikan. Diperlukan kerja sama seluruh pemangku kepentingan, termasuk sekolah, keluarga, organisasi masyarakat dan unsur terkait lainnya.
“Kita fokus di sini dulu. Marak penyimpangan dari remaja kita. Langkah-langkah yang dilakukan memang perlu kita kerja sama semua stakeholder, terutama di sekolah,” katanya.
Dinas Pendidikan Kabupaten Landak, lanjut Samsul, telah mengeluarkan surat edaran kepada sekolah-sekolah agar melakukan penguatan dan sosialisasi kepada peserta didik, terutama mengenai bahaya narkoba sebagai langkah pencegahan.
“Kita sudah membuat edaran untuk sekolah melaksanakan semacam penguatan kepada anak-anak, terutama terkait dengan narkoba,” ujarnya.
Ia menambahkan, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Kesbangpol dan sejumlah pihak lainnya dalam kegiatan sosialisasi kepada masyarakat dan generasi muda.
Samsul menilai organisasi masyarakat juga memiliki peran penting dalam membantu pemerintah melakukan pencegahan terhadap berbagai persoalan sosial yang terjadi di kalangan remaja.
“Ini tugas kita bersama. Jadi semua stakeholder berperan aktif untuk kita semuanya,” tegasnya.
Dalam upaya membangun kebersamaan, Dinas Pendidikan juga melibatkan berbagai unsur masyarakat dan organisasi yang ada di Kabupaten Landak.
Ia menyebut keberagaman masyarakat di Landak menjadi kekuatan yang dapat dilibatkan dalam menjaga dan membina generasi muda.
Samsul Bahri juga mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam membentuk karakter anak. Menurutnya, sekolah tidak dapat bekerja sendiri karena pendidikan pertama seorang anak justru dimulai dari lingkungan keluarga.
“Memang berat ini semua, karena sekolah juga tidak mampu. Anak-anak kan pendidikan pertamanya di rumah, pendidikan keduanya baru di sekolah,” katanya.
Karena itu, ia mengajak para orang tua untuk ikut berperan aktif memberikan pemahaman kepada anak-anak mengenai bahaya narkoba, pergaulan negatif serta pentingnya menjaga masa depan.
“Anak banyak di rumah, orang tua juga berperan aktif. Sama-sama kita mensosialisasikan ini kepada orang tua,” pungkasnya.
Dengan rencana pembangunan Sekolah Rakyat serta penguatan kerja sama seluruh stakeholder, Pemerintah Kabupaten Landak berharap semakin banyak anak yang dapat memperoleh kesempatan pendidikan dan generasi muda dapat terhindar dari berbagai persoalan sosial yang mengancam masa depan mereka.(Anton)
