-->

Hotspot Karhutla di Sekadau Turun, BPBD Sebut Kondisi Semakin Terkendali

Editor: Redaksi
Sebarkan:

Hotspot karhutla di Kabupaten Sekadau turun menjadi empat titik. Kondisi kabut asap dan jarak pandang mulai berangsur membaik setelah sebelumnya sempat terbatas. [tar/mn/*]
SEKADAU, SUARABORNEO.ID — Jumlah titik panas atau hotspot yang terpantau di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, mengalami penurunan. Hingga 8 September 2026, tercatat hanya empat titik hotspot yang tersebar di dua kecamatan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sekadau, Bayu Dwi Harsono, mengatakan empat titik tersebut masing-masing berada di Kecamatan Nanga Mahap sebanyak tiga titik dan satu titik di Kecamatan Nanga Taman.

Menurut Bayu, kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) saat ini relatif terkendali. Kebakaran yang terjadi berada pada kawasan perladangan masyarakat yang mendapat pengawasan dan penjagaan sehingga api tidak meluas.

“Situasi karhutla terkendali dalam artian, hanya terjadi pada peladang yang diawasi dan dijaga ketat sehingga tidak meluas,” kata Bayu melalui pesan WhatsApp, Rabu (9/9/2026).

Ia menjelaskan, penurunan hotspot terlihat dalam beberapa hari terakhir. Pada 7 September 2026 masih terpantau sebanyak 10 titik panas, kemudian jumlah tersebut turun menjadi empat titik pada 8 September 2026.

Bayu menyebut hotspot tersebut berada di Kecamatan Nanga Taman dan Nanga Mahap. Kondisi tersebut juga diperkirakan berkaitan dengan aktivitas pembukaan lahan untuk perladangan yang masih dilakukan sebagian masyarakat.

Meski jumlah titik panas menurun, BPBD Sekadau tetap mengintensifkan sosialisasi kepada masyarakat agar aktivitas pembakaran lahan dilakukan dengan memperhatikan kondisi cuaca dan situasi yang memungkinkan.

“Pihak kami tetap melakukan sosialisasi agar pembakaran ladang dapat dilakukan saat situasi memungkinkan atau sudah sedikit normal,” ujarnya.

Selain sosialisasi, BPBD terus membangun komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, perusahaan, serta unsur TNI dan Polri untuk memantau perkembangan kondisi di lapangan.

Apabila ditemukan titik api atau kebakaran lahan, penanganan dilakukan secara bersama-sama agar api dapat segera dikendalikan dan tidak menyebar ke wilayah lainnya.

“Apabila ada titik kebakaran lahan, kita langsung keroyokan agar sumber api tidak menyebar. Ini sebagai upaya tindakan preventif,” kata Bayu.

Ia menegaskan, berbagai langkah tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Sekadau dalam menekan potensi meluasnya karhutla sekaligus meminimalisasi munculnya titik api baru.

“Inilah berbagai upaya yang dilakukan Pemerintah Daerah saat ini, berusaha sekuat tenaga untuk meminimalisir titik api,” tegasnya.

Sementara itu, berdasarkan pantauan di lapangan, kondisi kabut asap di sejumlah wilayah Sekadau mulai berkurang. Jarak pandang yang sebelumnya sempat terbatas hingga sekitar 100 meter kini berangsur membaik.

Kondisi tersebut menjadi indikasi positif seiring menurunnya jumlah hotspot dan semakin terkendalinya kebakaran lahan di sejumlah wilayah Kabupaten Sekadau. [tar/mn/*]

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini