Pembukaan tersebut turut dirangkaikan dengan peluncuran Kalbar Corporate University (Kalbar Corpu)—sebuah ekosistem pembelajaran ASN yang mendorong budaya belajar berkelanjutan, kolaboratif, dan terintegrasi dengan kebutuhan pembangunan daerah oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalimantan Barat, yang dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat bersama Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (LAN RI) dan BPSDM Kemendagri RI di Aula Garuda, Kantor Gubernur Kalimantan Barat.
Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, memberikan apresiasi dan dukungannya atas terselenggarakannya PKN II secara perdana di Kalbar yang akan berlangsung sampai bulan Desember. Selama ini, peserta biasanya berangkat ke luar Kalimantan untuk mengikuti pelatihannya. Namun, kali ini tidak perlu jauh-jauh lagi karena sudah berhasil digelar di Kalbar.
“Alhamdulillah untuk pertama kali ini Kalimantan Barat bisa mengadakan PKN II, yaitu persertanya dari provinsi dan dari se-14 kabupaten kota. InsyaAllah mungkin ke depannya nanti kalau kita sudah maju, kita perbaiki prasarana dan sebagainya,” kata Norsan.
Norsan berpesan agar seluruh peserta yang terdaftar di PKN II ini dapat belajar dengan sungguh-sungguh dan mengimplementasikan ilmunya dalam menjalankan tugas di kehidupan sehari-hari sehingga diharapkan bisa menghasilkan inovasi-inovasi untuk kemajuan daerah ke depannya.
“Tugasnya tidak monoton, tapi ada perubahan. Ada inovasi yang dibuatnya untuk kemajuan daerah. Nah, itu yang paling penting,” pesannya.
Kepala Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (LAN RI), Muhammad Taufiq, turut menyampaikan apresiasi atas terselenggarakannya PKN II di Kalbar. Menurutnya, PKN II dan Kalbar Corpu menjadi terobosan inovatif yang digagas BPSDM Kalbar di tengah efisiensi anggaran yang berlangsung saat ini.
“Lembaga Administrasi Negara mendukung gagasan yang luar biasa untuk menyelenggarakan PKN II untuk pertama kalinya dan juga me-launching Corporate University Kalimantan Barat atau Pembelajaran Terintegrasi. Jadi, ini merupakan terobosan yang luar biasa di tengah efisiensi,” ujar Taufiq.
Taufiq bilang, Kalimantan Barat yang berada di bawah naungan BPSDM Kalbar ini memiliki inisiatif tinggi dalam meluncurkan inovasi terbaru seiring perkembangan zaman dan teknologi yang kian maju. Berbagai terobosan tersebut diharapkan tidak hanya bermanfaat bagi peningkatan kompetensi para pemimpin ASN yang harus adaptif dengan transformasi digital, tetapi juga dapat menciptakan dampak bagi masyarakat.
“Kalimantan Barat berinisiatif untuk me-launching program-program tadi dan temanya juga sangat relevan karena yang kita angkat adalah tentang kepemimpinan adaptif dalam membangun resiliensi, tata kelola, keuangan daerah. Ini merupakan terobosan yang sangat bagus di tengah efisiensi. Inilah yang dituntut para pemimpin-pemimpin ASN untuk menghasilkan terobosan-terobosan untuk menciptakan impact yang lebih besar bagi masyarakat,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan, “Terobosannya hari ini terdapat sebagai reformasi birokrasi terbaik di Kalimantan dan juga penghargaan dari kreatif financing di tengah efisiensi ini merupakan upaya-upaya yang ini akan bisa menginspirasi para pemimpin-pemimpin ASN yang lainnya.”
Kepala BPSDM Provinsi Kalimantan Barat, Windy Prihastari, menyampaikan bahwa ini menjadi rekor sejarah baru bagi Kalbar karena Bumi Khatulistiwa berhasil menggelar PKN II yang di mana pengembangan kompetensi tersebut tidak hanya dikhususkan untuk para ASN di Kalbar, tetapi juga se-nasional. Kedua agenda tersebut—Pembukaan PKN II dan Launching Kalbar Corpu, juga diadakan tepat setelah perayaan HUT ke-81 RI sehingga turut menjadi penyemangat dalam pengembangan kompetensi para ASN.
“Bukan hanya pengembangan kompetensi ASN di Kalimantan Barat karena ini nasional sehingga siapapun dari provinsi lain bisa ikut bergabung untuk melaksanakan pelatihan di sini. Mempunyai kompetensi ASN secara nasional,” ungkap Windy.
Terkait Kalbar Corpu sendiri, Windy menjelaskan pembelajaran yang dilakukan tidak hanya sekadar belajar secara tatap muka dan daring, tetapi turut disertai dengan diskusi-diskusi dan metode lainnya guna membangun budaya kerja dan organisasi yang terus terintegrasi serta berdampak untuk masyarakat luas. Pembelajaran tatap muka dilaksanakan selama tiga hari, kemudian dilanjutkan dengan pembelajaran jarak jauh melalui Zoom.
“Peningkatan kapasitas tersebut bukan hanya dengan pelatihan-pelatihan, tetapi pembelajaran tersebut sangat luas sekali. Dari pengalaman, kemudian dari pembelajaran secara daring, dari diskusi-diskusi. Dan inilah nanti yang akan terintegrasi,” tegasnya.
Karena ini kali pertama PKN II digelar di Kalbar, pelatihan tersebut diikuti oleh 35 orang yang merupakan kuota minimal. Namun, Pemprov Kalbar berencana membuka sebanyak 70 kuota pada tahun 2027 mendatang karena melihat tingginya antusiasme dan minat yang terbuka untuk nasional sehingga dapat diikuti oleh provinsi-provinsi lain, kementerian, hingga lembaga.
“Tahun 2027 atas izin dari Pak Gubernur, kami membuka 70 kuota karena dilihat 35 kemarin itu banyak sekali yang belum terakomodir. Nah, 70 ini, dan dari pusat dan dari kementerian lembaga serta dari provinsi lain kemarin juga banyak yang ingin mengikuti. InsyaAllah di tahun 2027 ke depan itu benar-benar terbuka secara nasional pesertanya,” pungkas Windy.(*/r)
