![]() |
| Achmad Caesar Erwiandi bersama guru pembimbing Dyah Wulandari Dwi Puji Astuti, dan Endi Nur Sapikka. (Foto:istimewa) |
Dalam lomba yang berlangsung 7-8 Agustus 2026 di lapangan VEDC (PPPTK) Malang Jawa Timur, pelajar yang akrab jdisapa Caesar tersebut berhasil mengalahkan 90 peserta dari delapan provinsi di Indonesia.
Delapan provinsi yang ikut serta yaitu DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Sumatra Barat, Kalimantan Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Timur.
Tim Kalbar membawa dua peserta, selain Achmad Caesar Erwiandi juga satu pelajar lainnya Mahathir Muhammad.
"Persaingan berlangsung sangat ketat karena seluruh peserta memiliki kemampuan, kreativitas, dan strategi yang berbeda dalam merancang serta meluncurkan roket air," ungkap guru pembimbing Dyah Wulandari Dwi Puji Astuti, Kamis (13/8/2026).
Setelah kemenangan ini Caesar akan ikut mewakili Indonesia ke tingkat internasional yang rencananya akan berlangsung di negeri jiran Malaysia, katanya.
Guru pembimbing Dyah Wulan mengatakan sekolahnya mewakili Kalbar ke tingkat nasional setelah sebelumnya menang di tingkat provinsi.
Ditambahkannya, menghadapi kompetisi tingkat nasional di Malang kedua peserta dari SMP Negeri 10 Kota Pontianak telah melakukan latihan dan persiapan intensif dengan bimbingan dan pendampingan dari guru pendamping. Latihan dilakukan untuk meningkatkan keterampilan, ketepatan, teknik peluncuran, serta kemampuan peserta dalam mengoptimalkan performa roket air, jelas Dyah.
Pada pelaksanaan lomba, Ahcmad Caesar Erwiandi berhasil menghasilkan jarak luncur sejauh 0,57 meter dari titik awalan. Hasil tersebut menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi peserta dan sekolah dalam mengikuti kompetisi di tingkat nasional.
Keikutsertaan dalam Kompetisi Roket Air Nasional 2026 tidak hanya menjadi ajang untuk menguji kemampuan peserta dalam bidang sains dan teknologi, tetapi juga memberikan pengalaman dalam membangun percaya diri, ketekunan, kreativitas, sportivitas, kerja sama, dan semangat berkompetisi dengan peserta dari berbagai daerah di Indonesia, kata Dyah yang sehari-harinya mengampu mata pelajaran IPA.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya SMP Negeri 10 Kota Pontianak untuk mempersiapkan peserta didik menuju kompetisi tingkat internasional di Malaysia.
"Pengalaman yang diperoleh pada tingkat nasional diharapkan dapat menjadi bekal untuk meningkatkan kemampuan dan kesiapan peserta dalam menghadapi persaingan yang lebih luas di tingkat internasional," tuturnya.
Target ke depan katanya meningkatkan kualitas latihan, teknik pembuatan dan peluncuran roket, serta strategi kompetisi agar dapat memperoleh hasil yang lebih baik.
Dengan latihan yang lebih terarah dan berkelanjutan, diharapkan peserta SMP Negeri 10 Kota Pontianak mampu mengembangkan potensi, meningkatkan prestasi, dan melangkah dari tingkat nasional menuju Kompetisi Roket Air Internasional di Malaysia Tahun 2026 dengan membawa nama baik sekolah, Kota Pontianak, dan Kalimantan Barat.(lyn/*)
