Ketiga pelajar tersebut yakni Mirza Rafi Navazani, siswa SMAN 1 Sintang yang menjadi anggota Paskibraka Nasional, Muhamad Dzaki Raiha Nur, siswa MAN 1 Sintang, serta Chelly Spania Pielda, siswi SMA Negeri 3 Sintang yang menjadi anggota Paskibraka Provinsi Kalimantan Barat.
Ketiganya baru kembali setelah menyelesaikan rangkaian tugas pada upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 2026. Mirza bertugas pada upacara di Istana Negara, Jakarta, sementara Dzaki dan Chelly menjalankan tugas pada tingkat Provinsi Kalimantan Barat di Kantor Gubernur Kalbar.
Turut hadir Kapolres Sintang AKBP Budi Hartono Sutrisno, Perwira Seksi Personel Kodim 1205 Sintang Kapten Infanteri Witono, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sintang Abdul Syufriadi, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Niko Dimus, kepala sekolah, orang tua Paskibraka, PPI serta sejumlah undangan.
Dalam sambutannya, Gregorius mengajak ketiga Paskibraka berdiri di sampingnya. Ia menyampaikan rasa bangga karena keberhasilan mereka menunjukkan bahwa prestasi dapat diraih siapa saja melalui kerja keras dan kesempatan yang sama.
“Kalau Mirza bantu ibunya jual kerupuk, saya seorang tukang pukul batu. Saya bangga dan senang,” ujar Gregorius.
Menurutnya, penyambutan tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial. Ia menegaskan keberhasilan ketiga pelajar merupakan hasil dari proses seleksi yang dilakukan secara terbuka dengan mengedepankan kemampuan dan kelayakan peserta.
“Acara penyambutan ini bukan seremonial saja, tetapi ini serius karena saya bangga dengan kalian bertiga. Dalam penerimaan anggota Paskibraka, sejak awal saya sudah pesankan kepada tim seleksi untuk jangan melihat silsilah, agama, suku dan kelompok. Siapapun kalau layak dan pantas, silakan diloloskan,” katanya.
Gregorius juga mengakui keterbatasan anggaran daerah sehingga penghargaan yang diberikan kepada para pelatih dan anggota Paskibraka belum dapat dilakukan secara maksimal.
Ia meminta para Paskibraka menjadikan pengalaman tersebut sebagai modal untuk melanjutkan pendidikan dan meraih prestasi yang lebih tinggi.
“Kalau mau melamar untuk kuliah atau apa, kalau perlu tanda tangan saya, saya siap memberikan. Itu bentuk dukungan saya kepada kalian,” ujarnya.
Gregorius juga berpesan agar ketiganya tetap rendah hati dan tidak terlena dengan pencapaian yang telah diraih.
“Jangan sombong dan angkuh. Jangan sampai prestasi ini jatuh karena kesombongan dan keangkuhan. Untuk sampai di prestasi ini, pasti tidak mudah,” pesannya.
Sementara itu, Kepala Kesbangpol Sintang Abdul Syufriadi mengatakan keberhasilan ketiga pelajar tersebut merupakan hasil dari proses panjang, mulai dari seleksi tingkat kabupaten, pembekalan, karantina hingga pendidikan dan pelatihan intensif di tingkat provinsi maupun nasional.
“Keberhasilan mereka merupakan buah dari kerja keras, kedisiplinan, ketekunan, serta doa dari seluruh masyarakat Kabupaten Sintang,” kata Abdul.
Ia berharap pengalaman yang diperoleh selama menjadi Paskibraka dapat menjadi bekal bagi ketiganya untuk terus berkarya sekaligus menjadi teladan bagi generasi muda lainnya.
“Selamat kembali ke Bumi Senentang dan jadikan pengalaman ini sebagai modal utama untuk terus berkarya menjadi teladan bagi generasi muda lainnya serta menjaga nilai-nilai Pancasila dan wawasan kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari,” pesannya.
Mirza Rafi Navazani mengungkapkan dirinya menjalani rangkaian kegiatan di Jakarta selama sekitar 40 hari. Selain latihan, para anggota Paskibraka juga mengikuti kegiatan pembelajaran serta kunjungan ke Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) dan Taman Mini Indonesia Indah (TMII).
“Saya senang karena bisa bertemu dengan teman-teman dari Sabang sampai Merauke dengan latar belakang dan sifat yang berbeda-beda. Dari kegiatan tersebut wawasan dan rasa nasionalisme saya menjadi semakin meningkat,” tutur Mirza.
Ia mengatakan latihan tempo dan baris-berbaris berlangsung cukup intensif selama sekitar dua pekan. Mirza juga mendapat kesempatan melihat langsung Bendera Merah Putih yang dijahit oleh Ibu Fatmawati.
Dalam pelaksanaan upacara di Istana Negara, Mirza dipercaya menjadi pembentang bendera Merah Putih.
“Saya dipilih menjadi pembentang bendera Merah Putih dan saya lakukan dengan terbaik. Pelatih juga mempercayai saya selama latihan dan pelaksanaan tugas,” ungkapnya.
Kepulangan ketiga Paskibraka tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kabupaten Sintang, sekaligus menjadi bukti bahwa putra-putri daerah mampu bersaing dan mengemban tugas pada tingkat nasional maupun provinsi. (*)
