![]() |
| Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, S.IP., M.Si., menyambut hangat audiensi pengurus Perkumpulan Betang Raya Pegawai Dayak. (Foto:adpim) |
Pertemuan tersebut menjadi langkah strategis bagi organisasi tersebut setelah resmi memperoleh legalitas melalui Surat Keputusan (SK) dari Kementerian Hukum dan HAM (AHU).
Perkumpulan Betang Raya Pegawai Dayak merupakan organisasi yang menghimpun para Aparatur Sipil Negara (ASN) dari etnis Dayak yang bertugas di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.
Ketua Umum DPP Betang Raya Pegawai Dayak, Kristoporus Dawi, menjelaskan bahwa organisasi ini berfokus pada kegiatan sosial dan budaya dengan tujuan mempererat tali persaudaraan serta meningkatkan kepedulian antaranggota maupun kepada masyarakat luas.
“Fokus utama perkumpulan ini bergerak di bidang sosial dan budaya, dengan tujuan mempererat persaudaraan serta meningkatkan kepedulian antaranggota maupun terhadap masyarakat,” ujarnya usai audiensi.
Pria yang akrab disapa Kris tersebut menambahkan, berbagai kegiatan sosial telah dilakukan oleh organisasi ini, di antaranya penyaluran bantuan ke panti asuhan, fasilitasi donor darah bagi keluarga atau kerabat dari daerah yang membutuhkan bantuan medis di Kota Pontianak, serta pemberian santunan dan bantuan logistik bagi anggota yang mengalami musibah atau kedukaan.
Meski berbasis etnis, Kris menegaskan bahwa pembentukan organisasi ini bukan untuk membangun eksklusivitas. Sebaliknya, perkumpulan ini hadir untuk memperkuat kekompakan internal sehingga dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
“Tujuan kami adalah membangun kekompakan warga Dayak di Kalimantan Barat dan yang terpenting menyelaraskan langkah untuk mendukung visi dan misi Gubernur serta Wakil Gubernur dalam proses pembangunan dan pemberdayaan masyarakat,” jelasnya.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, memberikan apresiasi dan dukungan atas kehadiran Perkumpulan Betang Raya Pegawai Dayak. Ia menilai program kerja organisasi tersebut sejalan dengan program Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, khususnya dalam penguatan jaring pengaman sosial.
Namun demikian, Wakil Gubernur juga menyampaikan beberapa penekanan kepada para pengurus organisasi tersebut.
“Pertama, saya meminta agar seluruh anggota menjaga kepercayaan. Artinya, menjaga integritas serta amanah yang telah diberikan, baik oleh masyarakat maupun oleh sesama rekan sejawat. Kedua, organisasi diharapkan tetap fokus pada tujuan awalnya, yakni kegiatan sosial, dan tidak menyimpang dari kesepakatan yang telah dibangun bersama,” tegasnya.
Perkumpulan Betang Raya Pegawai Dayak diharapkan dapat terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kalimantan Barat. (r/*)
.jpeg)