-->




Semua Pihak Wajib Memerdekakan Anak Indonesia dari jeratan Praktik Perkawinan

Editor: Asmuni
Sebarkan:

Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dampak perkawinan anak pada aspek pendidikan, kesehatan dan kemiskinan bersama multistakholder forum di tingkat kabupaten. Foto:kf
Melawi Kalbar, Suaraborneo.id - Bupati Melawi H. Dadi Sunarya Usfa Yursa,  membuka kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dampak perkawinan anak pada aspek pendidikan, kesehatan dan kemiskinan bersama multistakholder forum di tingkat kabupaten, bertempat di Salah satu Hotel di Nanga Pinoh, Selasa (4/10/2022).

Bupati Melawi, H. Dadi Sunarya Usfa Yursa dalam sambutannya mengatakan, semua pihak wajib memerdekakan anak-anak Indonesia dari jeratan praktik perkawinan anak.

“Perkawinan anak merupakan  kekhawatiran kita bersama, karena dampaknya mengakibatkan banyak kegagalan yang dialami oleh negara, masyarakat, keluarga bahkan anak itu sendiri,” ujarnya. 

Lebih lanjut H. Dadi berharap dengan adanya sinergisitas bersama antara Pemerintah dengan lembaga masyarakat sehingga media dapat mengubah cara pandang orang tua dan keluarga yang mempunyai tanggungjawab dan kewajiban untuk memerdekakan anak Indonesia dari jeratan praktik perkawinan anak.

Selain itu Bupati Melawi juga berpesan agar upaya pencegahan perkawinan anak dilakukan dengan membangun kesadaran kepada masyarakat melalui pelatihan-pelatihan dan kampanye tentang pencegahan perkawinan anak dan menggerakan masyarakat untuk berpartisifasi aktif secara sukarela dalam pencegahan perkawinan anak. (kf/Dani IKP) 

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini