-->


Penyakit Tipes pada Anak

Editor: Antonius
Sebarkan:

dr. Apriana Clara
Pahami Gejala Tipes pada Anak dan Cara Menanganinya

LANDAK, suaraborneo.id - dr. Apriana Clara mengatakan, data dari WHO menunjukkan, sekitar 11–20 juta orang terserang tipes atau demam tifoid setiap tahunnya. Berdasarkan angka tersebut, sebanyak 128 ribu hingga 161 ribu orang meninggal akibat penyakit ini. 

Mengutip dari situs Kedokteran, tipes atau demam tifoid merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi. Bakteri ini umumnya dapat berkembang di dalam minuman atau makanan yang tidak diolah secara higienis atau kurang matang atau makanan yang terkontaminasi feses dan atau urine penderita. 

Selain itu, kata dr. Clara, bakteri ini juga bisa ditularkan melalui kontak langsung dengan orang yang terinfeksi. Anak-anak paling berisiko terkena tipes karena sistem kekebalan tubuhnya belum kuat dan masih berkembang. 

Gejala tipes pada anak tidak berbeda dengan orang dewasa, gejala tipes bisa ringan maupun berat, tergantung pada kondisi kesehatan, usia, dan sejarah vaksinasi penderitanya. tipes pada anak dapat muncul sekitar 2–3 minggu setelah terinfeksi bakteri penyebab tipes. Saat terserang tipes, anak bisa mengalami gejala yang ringan hingga cukup berat.

Lebih lanjut dr.Clara, menjelaskan gejala-gejala tersebut bisa menetap hingga 4 minggu atau bahkan lebih.

Beberapa gejala yang umumnya muncul saat anak menderita tipes antara lain, demam tak kunjung reda hingga lebih dari 3 hari, sakit perut, nyeri otot, Batuk kering, muncul ruam pada kulit berupa bintik-bintik kecil berwarna merah muda, perut yang membengkak, sakit kepala, muntah, gangguan pencernaan berupa diare atau sembelit, lemas, kehilangan nafsu makan. 

Perlu diketahui bahwa gejala tipes sering kali tidak spesifik,  bahkan, secara klinis tidak dapat dibedakan dari penyakit demam lainnya. 

"Oleh sebab itu, segera konsultasi pada  dokter bila mengalami gejala-gejala tersebut, terlebih bila demam tidak hilang pada hari ketiga hingga kelima, " pesan dr. Clara. 

Menurutnya, jika segera diobati, gejala tipes pada anak biasanya dapat disembuhkan. Sebaliknya, apabila tidak mendapatkan pengobatan yang tepat, gejala tersebut bisa menyebabkan komplikasi, terutama jika menetap selama lebih dari 2 minggu. 

Komplikasi yang umum terjadi akibat tipes pada anak meliputi, Perdarahan di saluran cerna, seperti lambung dan usus, perforasi usus atau kebocoran pada usus, Syok, Penurunan kesadaran atau koma, Bronkitis atau infeksi pada organ bronkus di saluran pernafasan, sepsis atau komplikasi berat dari infeksi dan meningitis atau infeksi pada selaput otak. 

"Komplikasi tersebut bisa berbahaya dan berpotensi mengancam nyawa anak. Oleh karena itu, saat anak mengalami gejala tipes, segeralah bawa anak ke dokter atau fasilitas pelayanan kesehatan terdekat agar mendapatkan penanganan yang tepat, " katanya. 

Selain penanganan medis, anak yang menderita tipes juga perlu mendapatkan penanganan yang tepat dari orang tua di rumah untuk mempercepat proses penyembuhan anak. Upaya yang dapat dilakukan meliputi: 

1. Memberikan makanan bernutrisi secara rutin. Berkurangnya nafsu makan merupakan salah satu gejala tipes yang umum dialami oleh anak.

 Meski begitu, anak tetap perlu diberi asupan makanan bergizi selama sakit agar kebutuhan nutrisi dan energinya terpenuhi. 

Dengan tercukupinya kebutuhan nutrisi, anakpun bisa lekas pulih. Berikan anak makanan bertekstur lembut dan bergizi tinggi, seperti bubur, telur matang, sup ayam, ikan, serta buah dan sayuran seperti pisang dan kentang rebus.Jika ia tidak bisa makan dalam porsi banyak, berikanlah dalam porsi lebih sedikit, tetapi sering. 

2. Memastikan anak cukup istirahat

Istirahat penting untuk memulihkan energinya dan mendukung proses penyembuhannya, pastikan anak mendapat cukup istirahat saat menderita penyakit tipes. 

 Usahakan untuk tidak melakukan berbagai kegiatan berat yang menguras tenaga agar kondisi tubuh bisa segera fit dan terhindar dari komplikasi tipes.

Setelah memahami gejala dan cara menangani tipes, tak kalah pentingnya bagi para orang tua untuk mengetahui tentang pencegahan terhadap penyakit tipes. Berikut seputar informasi untuk mencegah penyakit tipes. 

1. Menjaga kebersihan

Salah satu upaya pencegahan yang dapat dilakukan untuk mencegah penyakit ini adalah mencuci tangan dengan rutin sebelum dan sesudah makan, setelah melakukan kegiatan dan saat melakukan penyajian makanan/memasak.

Bersihkan tangan dengan sabun dan air mengalir. Dalam keadaan darurat, tangan dapat dibersihkan dengan hand sanitizer yang mengandung setidaknya 70% alkohol. 

Selain itu, menjaga kebersihan diri terutama setelah bepergian ke luar rumah apalagi pasar. Usahakan untuk tidak menyentuh mata, hidung, dan mulut dengan tangan yang kotor. Pastikan juga untuk mencuci kaki setiap habis keluar rumah.

2. Hindari kontak dengan orang sakit. Bakteri sangat mudah menyebar dari satu orang ke orang lainnya. Untuk itu, hindari kontak terlalu dekat dengan orang yang sedang sakit. Berciuman dan menggunakan peralatan makan atau mandi yang sama dengan orang sakit dapat meningkatkan risiko penularan penyakit.

3. Vaksin tifoid

salah satu cara untuk mencegah penyakit tipes adalah dengan vaksin tifoid. Vaksin ini dapat dilakukan jika memang diperlukan jika rentan atau berisiko tinggi tertular penyakit ini dengan terlebih dahulu mengkonsultasikan dengan dokter .

4. Mengonsumsi makanan dan minuman yang terjamin kebersihannya.

Makanan dan minuman menjadi salah satu media penularan yang paling sering untuk tipes. Maka dari itu, usahakan untuk selalu makan dan minum yang telah terjaga kebersihannya. Makan makanan yang dimasak dan disajikan panas jauh lebih baik dibandingkan dengan makanan mentah atau setengah matang.

5. Tidak menyiapkan/menyajikan makanan ketika masih sakit

Usahakan untuk tidak memasak atau menyiapkan makanan sampai dokter menyatakan bahwa bakterinya tak akan lagi menular. Agar tidak menularkan / menginfeksi penyakit tipes kepada orang lain. Penyakit tipes merupakan penyakit yang dapat kambuh kembali. 

"Jadi, sangat penting bagi para orang tua dan anak-anak untuk menerapkan langkah-langkah pencegahan seperti di atas dalam kehidupan sehari-hari agar dapat terhindar dari penyakit tipes. Menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, sangat penting untuk menjaga kesehatan diri serta keluarga, " pesan dr. Clara. 

Penulis : dr. Apriana Clara. 

Direview oleh : dr. Irwan Sulistyo Hadi, Sp. A

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini