Jembatan Penghubung Desa Setya Jaya-Desa Lulang Ambruk Diterjang Banjir

Sebarkan:

Jembatan penghubung antara dua desa yaitu desa Setya Jaya  dengan desa Lulang, kecamatan Teriak, kabupaten Bengkayang yang ambruk diterjang banjir. 
Bengkayang Kalbar, Suaraborneo.id - Sebuah jembatan penghubung antar desa ambruk diterjang banjir air sungai yang meluap yang mengguyur wilayah kabupaten Bengkayang. Kondisi ini menyebabkan jembatan penghubung antar desa yang menjadi akses utama warga terputus dan tidak bisa dilalui warga. 

Jembatan yang juga akses utama warga dan juga merupakan jembatan penghubung antara dua desa yaitu desa Setya Jaya  dengan desa Lulang, kecamatan Teriak, kabupaten Bengkayang ini ambruk,Jumaat (06/05/2022) jam 07:00 WIB malam saat air sungai meluap dan membawa material kayu dan sampah dari hulu sungai.

Dampak dari musibah ini, aktivitas warga pun terganggu dan dengan terpaksa warga harus memutar melalui jalan alternatif lainnya agar sampai ke desa Lulang.

Menanggapi tersebut, kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Bengkayang, S.Bowo Laksono, ketika diwawancarai oleh awak media mengatakan akan di tangani dengan segera.

"Pada hari ini kami langsung turun ke lokasi jembatan yang ambruk akibat dari pada tingkat curah hujan yang sangat tinggi,kemudian sampah-sampah yang banyak sehingga mengakibatkan jembatan ini roboh dan hanyut diterjang air,"kata  Bowo Sabtu (7/5/2022) kemarin.

"Kami dari BPBD kabupaten Bengkayang melaksanakan kegiatan-kegiatan supaya jembatan penghubung antar dua desa yaitu desa Setya Jaya dan desa Lulang bisa digunakan kembali dimana jembatan ini adalah satu-satunya alat transportasi kendaraan-kendaraan untuk melalui jembatan ini. Saya akan merespon kepada bidang RR karna ini bersifat pasca darurat bencana, maka dari itu kami dari pihak BPBD akan segera menindaklanjutinya supaya jembatan ini akan segera dibangun," timpalnya

"Disini banyak sekali sampah-sampah, sehingga mengakibatkan air sungai tersebut tidak bisa mengalir," imbuhnya.

Proses pengerjaannya kata Bowo, pihaknya akan melakukannya secara Standar Operasional Prosedur (SOP) karna ini sifatnya pasca bencana.

"Maka dari itu kita akan membuat SK Bupati dulu pasca bencana,kemudian sebagai payung hukumnya dan kami akan mengajukan anggaran kepada Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) mudah-mudahan tidak ada halangan dalam minggu depan ini akan segera kami memproses," kata dia.

Untuk status jembatan ini nanti akan dibuat supaya jembatan ini permanen dengan menggunakan dari dana BTT, dan untuk rincian anggaranya belum bisa menafsirkan berapa besar anggarannya untuk membangun jembatan ini,karna belum ada koordinasi dengan pihak keuangan dan bidang RR karna ini bersifat rehabilitasi dan rekonstruksi," jelasnya

"Kami akan segera membuat jembatan daruratnya, kemudian kami mohon warga untuk tetap bersabar dan kami juga mohon untuk dukungnnya dari bapak-bapak semuanya untuk terutama dari pihak desa, pihak kecamatan dan dari anggota DPRD Kabupaten Bengkayang. Jembatan ini segera kita bangun kembali," tutup Bowo.

Ditempat yang sama, salah satu warga yang namanya tidak ingin disebutkan  mengungkapkan, jembatan ini berdiri sudah sangat lama sekitar tahun 1982, jembatan penghubung antar dua desa ini terakhir dibangun pada tahun 2017, dengan menggunakan dana aspirasi anggota DPRD kabupaten Bengkayang. (rinto).

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini