Gubernur Kalbar Resmikan Gedung Fransiskus Asisi Universitas Widya Dharma

Sebarkan:

Gubernur Kalimantan Barat, H. Sutarmidji 
PONTIANAK, Suaraborneo.id - Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji, meresmikan gedung Fransiskus Asisi Universitas Widya Dharma Pontianak, di Jalan Hos Cokroaminoto Pontianak, Sabtu (26/02/2022). 

Peresmian tersebut ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pemotongan pita di pintu masuk perguruan tinggi. Turut mendampingi Gubernur, Ketua Yayasan Widya Dharma, Widjaja Tandra, Uskup Agung Pontianak, Mgr Agustinus Agus, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar, Sugeng Hariadi, dan para dosen.

Gubernur Kalbar, Sutarmidji, mengapresiasi keberadaan perguruan tinggi di Kalbar, termasuk Universitas Widya Dharma Pontianak dalam membantu pemerintah meningkatkan sumber daya manusia (SDM) dan mengatasi angka lama harapan sekolah. Dari nilai rata-rata nasional angka lama sekolah 12,65 tahun, Kalbar berada di angka 7,45 tahun.

“Saya melihat ini (Universitas Widya Dharma) adalah Kebutuhan Kalbar, universitas-universitas perlu banyak hadir di Kalimantan Barat ini untuk mempercepat peningkatan IPM dan lamanya harapan belajar,” kata Sutarmidji kepada wartawan.

Mantan Walikota Pontianak ini mendukung penuh keberadaan Universitas Widya Dharma, terlebih untuk mempersiapkan sumber daya manusia menghadapi pemindahan ibukota negera (IKN) ke pulau Kalimantan.

Menurutnya, Kalbar adalah daerah yang sangat strategis dan harus ambil bagian dalam pemindahan IKN, karena Kalbar khususnya kabupaten Kapuas Hulu berbatasan langsung dengan provinsi Kalimantan Timur.

“Kalbar itu harus mempersiapkan diri, dan untuk menjawab kebutuhan ibukota Negara nanti,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Widya Dharma Pontianak, Widjaja Tandra, mengatakan, kehadiran perguruan tinggi ini menjawab tantangan kemajuan zaman dalam peningkatan sumber daya manusia. Saat ini pihaknya juga sudah membuka program studi baru sesuai kebutuhan perkembangan zaman.

Selain itu, dari segi biaya pendidikan pihaknya juga memberikan yang termurah, termasuk menerima siswa berprestasi di seluruh wilayah Kalbar tanpa memandang suku, agama, ras dan golongan. Mengingat Uiversitas Widya Dharma sudah banyak memiliki tenaga dosen bergelar Doktor (S3), pihaknya juga berencana untuk membuka program strudi Magister (S2).

“Jadi ini tujuan kita mendirikan perguruan tinggi ini untuk membantu meningkatkan SDM anak-anak di Kalbar,” jelasnya.

Ia menjelaskan, Widya Dharma didirikan pada tahun 1983. Sementara untuk gedung Fransiskus Asisi ini dilakukan peletakan batu pertamanya pada 8 Oktober 2016 semasa Sutarmidji masih menjabat sebagai Walikota Pontianak.

Gedung ini memiliki 10 lantai dengan masing-masing fungsi lantai satu dan dua untuk parkir kendaraan, lantai tiga kantor yayasan, rektorat dan ruang rapat, lantai empat sampai delapan sebagai ruang kuliah termasuk ruang dosen, lantai lima sebagai Coworking Space, dan lantai sepuluh function Hall Widya Dharma. 

Selain menggunakan tangga manual, di gedung tersebut juga dilengkapi tangga Lift dan ruangkan Full AC serta proyektor di ruangan perkuliahan sebagai penunjang bejalar mahaiswa. (TN). 

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini