35.642 KK Terdampak Banjir di Sintang, Mengungsi 7.496 KK dan 4 Meninggal Dunia

Sebarkan:

Jumpa pers Dinas Kominfo Sintang, update terkait bencana banjir
Sintang Kalbar, Suaraborneo.id - Pemerintah Kabupaten Sintang melalui Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Kurniawan melakukan jumpa pers terkait terjadinya bencana banjir di Kabupaten Sintang di Command Center Kantor Bupati Sintang, Selasa (16/11/2021). 

Kurniawan menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Sintang kembali memperpanjang masa tanggap darurat Bencana Alam Banjir, Angin Puting Beliung dan Tanah Longsor (Bantingsor) dengan menerbitkan kembali Keputusan Bupati Sintang Nomor: 360/1140/KEP-BPBD/2021 tentang Penetapan Status Tanggap Darurat Bencana Alam Banjir, Angin Puting Beliung dan Tanah Longsor di Kabupaten Sintang. 

“Berkaitan dengan kondisi terakhir pertanggal 16 November 2021, memperhatikan kondisi banjir yang masih menggenangi sebagian Kabupaten Sintang,  maka pemerintah daerah Kabupaten Sintang melalui Satgas Tanggap Darurat Kabupaten Sintang, memperpanjang Status tanggap darurat Batingsor di Kabupaten Sintang selama 14 hari kemudian terhitung mulai tanggal 17-30 November 2021,” bebernya 

Kurniawan juga menyampaikan perkembangan data bencana banjir Kabupaten Sintang pertanggal 16 November 2021 pukul 12.00 Wib tersebar di 12 kecamatan yang terdampak banjir, 191 desa/kelurahan. Jumlah yang terdampak banjir ada 35. 642 KK atau 123. 936 jiwa. Sedangkan yang mengungsi sebanyak 7. 496 KK atau 26. 332 jiwa, meninggal 4 orang, lokasi pengungsian 98 tempat, dan 54 dapur umum. 

Guna memperkuat fungsi koordinasi, komunikasi dan singkronisasi penanggulangan bencana, ditetapkan Posko tanggap darurat bencana alam Batingsor di Kabupaten Sintang yaitu Posko Utama di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sintang dengan nomor hotline: 085386591999 dan 082151681242 dan 5 Posko lapangan yaitu Tugu Bambu, Pos Lantas, Media Center Call Center Telp/WA 085752609896, Ujung Jembatan Kapuas (Ulak Jaya) dan Kantor Camat seluruh kecamatan di kabupaten Sintang. 

Kurniawan mengatakan, akibat bencana banjir yang terjadi, sebanyak 38% penduduk Kabupaten Sintang terdampak banjir. Ada dua kecamatan yang aman dari banjir adalah Ketungau Hulu dan Ketungau Tengah. Selain itu, semula 45 gardu listrik PLN Sintang terendam air bertambah menjadi 77 buah gardu yang terendam menyebabkan tidak berfungsi sehingga mengakibatkan terjadinya pemadaman listrik di beberapa lokasi Kabupaten Sintang. 

Mengantisipasi bencana banjir di bidang pendidikan, melalui Surat Bupati Sintang Nomor: 420/5203/Disdikbud.A2, tanggal 12 November 2021 tentang perpanjangan libur, maka diputuskan bahwa kegiatan belajar mengajar di PAUD, TK, SD dan SMP/sederjat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sintang diliburkan mulai tanggal 15-20 November 2021. 

“Sejak 2 Oktober 2021 sampai dengan tanggal 15 Nopember 2021, Pemerintah Kabupaten Sintang sudah melakukan pendistribusian bantuan beras sebanyak 210 ton. Pelaksanaan pelayanan kesehatan untuk korban banjir terfokus pada pelayanan di Puskesmas yang ada melalui tenaga kesehatan turun ke lapangan menemui warga masyarakat dengan menggunakan angkutan air serta menyelenggarakan pelayanan kesehatan selama 24 jam. Call center layanan siaga darurat penangan kesehatan 081222225119 (PSC 119), 08575012566986 (PSC 119), 081345019986 Humas Dinkes,” pungkasnya. ** 

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini