IKSB Sanggau Gelar Ritual Adat Tolak Balak Bakaua

Sebarkan:

Ritual adat Bakaua IKSB

Sanggau Kalbar, suaraborneo.id - Ikatan Keluarga Sumatera Barat (IKSB) Kabupaten Sanggau menggelar ritual adat Bakaua yang dilakukan dengan doa tolak balak dan diakhiri dengan Bajamba atau istilah Melayu Saprahan dengan menikmati hidangan ramai-ramai itu diselenggarakan di salah satu Aula hotel di Sanggau, dihadiri Wakil Bupati Sanggau Yohanes Ontot, Dandim 1204/Sgu Letkol. Affiansah, Kepala Kejaksaan Negeri Sanggau Tengku Firdaus, Pangeran Ratu Surya Negara H. Gusti Arman didampingi ibu ratu, para ketua Paguyuban, tokoh adat, tokoh agama dan tokoh masyarakat di Kabupaten Sanggau.


Ketua panitia pelaksana, Hendri Boizardi mengatakan, kegiatan ritual adat Bakaua adalah hasil kerjasama antara IKSB dengan Pemerintah Kabupaten Sanggau melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sanggau. Oleh karenanya, atasanama panitia dan IKSB, Ia menyampaikan ucapan terimakasih kepada Pemerimtah Kabupaten Sanggau yang telah memfasilitasi ritual adat Bakaua ini.


"Terimakasih juga kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras untuk mensukseskan acara ritual ini. Semoga apa yang menjadi harapan dan doa kita semua di ijabah oleh Allah SWT," ucapnya 


Sementara itu, Wakil Bupati Sanggau ketika diwawancarai sejumlah wartawan menyampaikan ucapan terimakasih kepada IKSB yang telah bekerjasama dengan Pemerintah Daerah untuk mensukseskan ritual adat tolak bala Bakaua ini.


“Ini merupakan salah satu dari visi dan misi pemerintah daerah, dimana PH-YO ini ingin mendorong agar semua etnis harus mampu mengekspresikan dirinya, baik dari sisi seni budaya dan adat istiadatnya. Oleh karena itu, pada hari ini Padang sudah muncul kalaupun beberapa waktu yang lalu sudah mereka lakukan. Akan tetapi pada hari ini juga secara istimewa ada tampilan khusus yang menjadi kebiasaan-kebiasaan asli masyarakat Sumatera Barat,” kata Yohanes Ontot.


Salahsatu wujud dari tolak balak Bakaua yang disampaikan IKSB adalah jika pandemi ini berakhir maka akan ada ucapan rasa sukur dalam bentuk pemotongan hewan jenis kambing.


“Jadi tadi mereka bernazar apabila pandemi Covid-19 ini berakhir maka tadi sudah dijelaskan bahwa mereka akan memotong Kambing. Nah, ini nazarnya dan harapan kita tentu hari ini mudah-mudahan Tuhan bisa mengabulkan permohonan ini dan kita semua berharap melalui ritual adat ini mudah-mudahan bisa terjadi apa yang kita harapkan,” terannya.


Sementara itu, Ketua IKSB Kabupaten Sanggau Akmal menyampaikan ritual adat Bakaua adalah wujud kontribusi warga Padang yang tergabung dalam IKSB untuk membantu Pemerintah dalam memutus mata rantai Covid-19.


"Ini salah satu ikhtiar kami dari IKSB Sanggau untuk memohon doa kepada Allah SWT agar Kabupaten Sanggau terhindar dari Covid-19," ujar Akmal.


Pada kesempatan itu, Akmal mengingatkan seluruh masyarakat Sanggau untuk sama-sama berperan aktif menjadi 'agen of change' memutus mata rantai penyebaran Covid-19 khususnya di Kabupaten Sanggau.


"Minimal di lingkungan kita masing-masing. Kita sampaikan apa yang menjadi arahan Pemerintah melalui 5 M, memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas di luar," pesannya. (Bry)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini