Menlu RI Hadiri Pertemuan Khusus PBB untuk Bahas Palestina

Sebarkan:

Menlu RI Retno Marsudi dengan Presiden Sidang Umum PBB ke-75 Volkan Bozkir di Markas Besar PBB di New York, 19 Mei 2021. (Foto: Twitter/@Menlu_RI)

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Kamis (20/5), dijadwalkan menghadiri pertemuan khusus Majelis Umum PBB di markas besar PBB di New York.

Sidang darurat yang diselenggarakan Majelis Umum dan berlangsung atas permintaan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan kelompok negara-negara Arab di PBB itu akan membahas pertempuran antara Israel dan militan Palestina di Jalur Gaza.

Sekitar 12 menteri luar negeri dijadwalkan mengikuti pertemuan tersebut. Sekjen PBB Antonio Guterres, yang telah menyerukan penghentian segera pertempuran, juga akan berpidato dalam sidang khusus itu.

Hari Rabu Retno Marsudi bertemu dengan Presiden Majelis Umum PBB dan Presiden Dewan Keamanan PBB, yang saat ini dipegang oleh China. Dalam kesempatan itu, Retno mengatakan ia mendesak agar Dewan Keamanan PBB mengambil langkah konkret untuk mengatasi situasi yang memburuk di Palestina.

Retno menegaskan, pertemuan khusus Majelis Umum PBB ini merupakan pertemuan tatap muka langsung pertama dan akan dihadiri sejumlah menteri luar negeri. “Ini menunjukkan betapa pentingnya isu Palestina dibahas,” katanya.

Pada Jumat (21/5), Menlu Retno Marsudi juga akan mengadakan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Turki, Menteri Luar Negeri Palestina, utusan AS untuk Afghanistan, Menteri Luar Negeri Kuwait dan Sekjen PBB Guterres.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas terbang ke kawasan konflik pada hari Kamis (20/5) untuk bertemu dengan para pejabat Israel dan Palestina. Ia menyebutkan kunjungan itu sebagai “pertanda solidaritas dengan rakyat kedua belah pihak yang khawatir akan hidup mereka siang dan malam sementara Israel harus membela diri menghadapi teror roket Hamas.”

“Ini mengenai bagaimana masyarakat internasional dapat berkontribusi untuk mengakhiri kekerasan dan mencapai gencatan senjata yang bertahan lama,” cuit Maas. “Dan kita perlu membicarakan tentang cara membuka jalan kembali ke perundingan perdamaian.”

PM Israel Benjamin Netanyahu hari Rabu (19/5) menolak seruan Presiden AS Joe Biden untuk “mendeeskalasi secara signifikan” dalam serangan bom Israel. Alih-alih, Netanyahu mengemukakan dalam suatu pernyataan bahwa ia “bertekad akan melanjutkan operasi ini hingga tujuannya tercapai.”

 

Netanyahu mengatakan ia “sangat menghargai dukungan presiden Amerika,” tetapi Israel akan terus maju “untuk memulihkan ketenangan dan keamanan bagi Anda, warga Israel.”

Hingga Rabu malam, korban tewas mencapai 227 di Gaza, di antaranya 64 anak-anak, kata para pejabat kesehatan lokal. Di Israel, pihak berwenang menyatakan ada 12 korban tewas akibat pertempuran itu. [ab/uh]

Sumber : VOA

 

 

 

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini