Ini Pembangunan Desa di Sekadau Sudah Dilaksanakan dari 2015-2020

Editor: Redaksi

Bayu Dwi Harsono 

SEKADAU, suaraborneo.id - Desa merupakan ujung tombak pemerintah dalam melakukan pembangunan. Hal ini tertuang dalam UU Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa, selaras dengan UU tersebut Pemerintah Daerah Sekadau juga telah berkomitmen nyata dalam hal pembangunan Desa . 


Salah satu bentuk komitmen nyata pemerintah daerah Sekadau membangun Desa adalah dengan dibangunnya 87  Kantor Kepala Desa di Seluruh Kabupaten Sekadau. 


Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa (DPMD) Kabupaten Sekadau, Bayu Dwi Harsono mengatakan, hampir semua dari 87 kantor desa sudah selesai dan hasilnya memuaskan. 


"Itu merupakan apresiasi serius dari Pemda karena bangunan kantor desa yang ada di Sekadau itu dibangun sejak zaman kita masih ikut kabupaten Sanggau," jelas Bayu. 


Selain pembangunan fisik, tak lupa juga pemerintah daerah membangun Desa dari segi ekonomi dengan terbentuknya Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) 


"Kabupaten Sekadau telah memiliki 52 Bumdes sebagai lembaga yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dengan melalui pengelolaan potensi desa sesuai dengan kebutuhan masyarakat, atau dengan kata lain sebagai salah satu sumber kegiatan ekonomi desa," jelas Bayu. 


Karena Bumdes merupakan hal baru di masyarakt desa Pemda Sekadau juga berikan pelatihan dan studi banding para pengurus Bumdes ke Jawa Tengah dan DIY. 


"Studi banding ini guna menambah wawasan dan menggalang ilmu dalam pengelolan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) di Sekadau karena di Sekadau memang baru, kami juga telah membawa para mengurus Bumdes untuk studi di Klaten Jawa Tengah, Gunung Kidul dan DIY 2019 lalu," ujarnya . 


Berikut merupakan data pembangunan Desa yang sudah dilakukan di Kabupaten Sekadau  dari tahun 2015-2020 menurut data dari Dinas PMD Sekadau . 


Sepanjang 465896 meter jalan Desa, 13010 Meter Jembatan, 8 unit Pasar desa, 24 Bumdes, 2 Bumdesma, 24 unit tambatan perahu, 5 unit embung, 69 unit irigasi, 14 unit sarana olah raga desa, 20 unit penahan tanah, 50 unit prasarana air bersih, MCK 1150 unit, Polindes 13 unit, Drainase 389 unit,  Paud 80 unit, Posyandu 33 unit, Sumur 38 unit, Internet Desa 7 unit, Wisata desa 1 unit, Perpustakaan 4 unit, Listrik Desa 2 unit, Rumah layak huni 3 unit, Tempat buang sampah 106 unit. (tim) 

Share:
Komentar

Berita Terkini