Silaturahmi Dengan Komisi C, Iknasius: Tolong Perjuangkan Nasib Kami

Editor: Redaksi
Komisi C 
SEKADAU, suaraborneo.id - Usai konsultasi dengan Fraksi Partai Hanura,  4 guru (ASN) SDN 30 Ladak Desa Meragun Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau tersebut juga silaturahmi dan konsultasi dengan Komisi C DPRD Sekadau. Konsultasi ini dihadiri langsung oleh Ketua Komisi C DPRD Sekadau, Hasan dan anggota Komisi C lainnnya, Paulus Subarno. Hadir juga Anggota DPRD dari Fraksi Partai Hanura, Abun Tono. 

Di depan Komisi C, Kepala Sekolah SDN 30 Ladak, Iknasius menyampaikan hal yang sama bahwa, saat ini ia bersama rekan guru lainnya tahun ini tidak lagi mendapat bantuan Tunjangan Daerah Khusus (Dasus) dari pemerintah pusat. 

Iknasius mengatakan, tujuan dari kedatangan ia bersama 3 rekan guru lainnya berharap kepada Komisi C yang membidangi pendidikan untuk memperjuangkan nasib mereka sebagai tenaga pengajar di daerah terpencil agar tetap bisa mendapat tunjangan tersebut. 

"Kalau memang karna status Desa yang berubah menjadi desa berkembang sehingga ada aturan yang berubah, kami minta kebijakan dari pemerintah daerah dengan menggunakan dana APBD, agar ada penyemangat bagi kami tenaga guru di daerah terpencil," kata Iknasius, Selasa (21/7).

"Desa Meragun memang desa berkembang, roda empat juga bisa masuk. Tapi Dusun Ladak masih tertinggal. Coba saja masuk ke Ladak biar tau bagaimana akses jalannya," pungkasnya. 

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi C, Hasan mengatakan, hal diatas bukan saja hanya di Dusun Ladak saja. Desa memang strategis, akses jalan juga bagus, namun hampir semua dusun akses jalannya susah. 

"Penilaian daerah atau desa yang maju, berkembang atau tertinggal itu pusat yang menentukan, berdasarkan laporan dari kabupaten," kata Anggota DPRD dari partai Demokrat ini. 

"Nanti, usulan bapak-bapak akan kami bicarakan dengan dinas terkait," pungkasnya. 

Anggota Komisi C dari Fraksi Hanura, Paulus Subarno mengatakan, hal tersebut diatas akan menjadi bahan rapat dengan dinas terkait. 

"Mudah-mudahan disana, ada jawabannya. Kalau kita lihat, Dusun Ladak cukup jauh. Pengabdian giru disana sangat luarbiasa," ungkap pria yang biasa disapa Ngah Subarno ini. (red)

Editor: Asmuni 

Share:
Komentar

Berita Terkini