Rumah Warga Ambruk, Ini Yang Dilakukan Wabup Kubu Raya

Editor: Redaksi
Sujiwo (kiri) saat meninjau rumah yang ambruk 
KUBU RAYA, suaraborneo.id - Pemerintah Kabupaten Kubu Raya bergerak cepat setelah mendapatkan informasi adanya rumah warga yang ambruk di Dusun Cempaka Desa Parit Baru, Kecamatan Sungai Raya. Pada Minggu (10/5). Kepala Desa Parit Baru, Musa Abdul Hamid bersama Kepala Dinas Kesehatan Marijan telah mendatangi rumah tersebut untuk melakukan pengecekan. Sekaligus membantu mendaftarkan pemilik rumah sebagai peserta program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Kemudian Senin (11/5), Wakil Bupati Kubu Raya Sujiwo bersama Kepala Desa Parit Baru Musa Abdul Hamid kembali meninjau kondisi rumah.

Kemudian, Wakil Bupati Sujiwo mengaku mengetahui informasi adanya rumah warga yang ambruk sejak beberapa hari lalu. Namun karena kesibukan membantu penanganan warga yang terdampak Covid-19, dirinya baru sempat meninjau rumah pada Senin (11/5). 
"Di media sosial (medsos) informasi ini sebenarnya juga sudah menyebar. Namun baru hari ini saya bisa menyempatkan diri untuk meninjau kondisi rumah ini," kata Sujiwo.

Ia mengatakan, setelah melihat kondisi rumah, dirinya berinisiatif untuk membantu perbaikan. Sebab menurutnya kondisi rumah tersebut terutama pada bagian lantai sudah sangat tidak laik. "Saya secara pribadi dan bersama teman-teman Komunitas 89 Peduli segera memberikan bantuan dengan gotong royong," katanya.

Sujiwo mengatakan, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya telah memulai proses pemberian bantuan. Hanya saja, bantuan dari pemerintah kabupaten tidak bisa serta merta mengingat ada proses administrasi pemerintahan yang harus dilewati. Sementara kondisi rumah cukup parah sehingga perlu diambil langkah pertama agar tidak membahayakan penghuninya. 

"Mulai hari ini langsung kita kerjakan untuk perbaikannya. Kita bongkar dulu yang sudah rusak, baru selanjutnya diperbaiki. Pemerintah Kabupaten Kubu Raya pasti membantu, tapi tentunya itu perlu proses," kata dia.

Sujiwo menerangkan berdasarkan informasi yang ada, pada tahun 2018 lalu rumah tersebut sebenarnya sudah akan dimasukkan dalam pendataan program bedah rumah. Namun karena warga yang belum setuju, maka rumah itu tidak jadi masuk dalam pendataan.

"Dari depan rumah ini memang tampak baik, tapi kondisi di dalamnya sudah sangat tidak layak. Rumah ini salalu tertutup sehingga tidak banyak yang tahu kondisi di dalam. Bahkan Pak RW pun tidak menyangka kondisi di dalam rumah seperti ini," jelasnya.

Kepala Desa Parit Baru Musa Abdul Hamid mengatakan saat ini  warga yang kondisi rumahnya ambruk telah terdata sebagai penerima bantuan tunai dari desa. Pihaknya juga sudah memberikan bantuan untuk warga tersebut.

"Sebenarnya dalam waktu dekat ini kita juga akan gotong-royong memperbaiki. Namun karena Pak Wakil Bupati sudah langsung membantu, maka saya berharap bantuan dari desa itu dipergunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Bantuan sembako juga sudah diserahkan melalui kepala dusun," kata Musa. (jek)

Editor: Asmuni 
Share:
Komentar

Berita Terkini