Sejumlah Media Yang Tergabung di AMSI Gelar Rapat Online

Editor: Redaksi
Rapat online AMSI dengan cara video conference 
PONTIANAK, suaraborneo.id - Sejumlah media yang tergabung dalam Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Kalimantan Barat dan Kalimatan Timur melakukan rapat secara video conference bersama Ketua Umum Wenseslaus Manggut, Sekjen AMSI, Wahyu Dhyatmika dan Bendum AMSI, Maryadie dan dipandu moderator Korwil AMSI Kalimantan, Fakhrur Rodzi, Selasa (28/4/2020) malam. 

Rapat secara online itu dengan topik "Strategi Media Siber Lokal Tetap Untung saat Pandemi Covid-19" 

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut dalam paparannya, situasi Covid-19 membuat media terpukul.

"Nasib media di masa pendemi Covid-19, secara umum suram," katanya.

Pemred Merdeka.com ini mengatakan, media yang paling kelihatan terkena dampak krisis ini adalah media cetak. Sedangkan media online traficnya masih tinggi. Yang membuat media cetak menjadi sangat terpukul karena pemasarannya melalui pasaran langganan dan eceran. 

"Dalam masa Covid-19 ini, orang yang biasa berlangganan koran gak mau rumahnya di datangi. Koran eceran juga mengalami penurunan akibat sepinya jalanan," ujarnya.

Tak hanya media yang mengalami krisis dalam situasi pendemi Covid-19, Ketua Umum AMSI pusat juga mengatakan banyaknya bisnis yang sedang booming sebelumnya seperti pariwisata langsung turun ke level zero.

Bendum AMSI Maryadi mengatakan kedepan media harus bertahan memanfaatkan sumber dana yang ada dan dalam masa pandemi ini. Dia berharap dalam situasi saat ini media juga tidak mengutamakan mencari untung terlebih dahulu.

"Bertahan lebih baik sampai Corona ini  selesai," kata Maryadi yang juga Pemred Vivanews.com ini. 

Sekjen AMSI, Wahyu Dhyatmika menyampaikan, secara intens AMSI pusat melakukan rapat online dari berbagai provinsi untuk menjaring masukan dan informasi mengenai situsasi media akibat pendeminya Covid-19.

Dia mengatakan bahwa media lokal dalam suasana pendemi sangat penting  memastikan informasi yang akurat dan terpercaya mengenai wabah ini dapat tersampaikan kepada publik. Sehingga media dapat mengawasi pemerintah dalam merespon pendemi.

"Melaporkan jika ada kesalahan dalam pemberian bantuan, program penangan pasien. Era wabah ini, kita butuh pers yang bisa melaporkan dengan  akurat  kredibel," ungkap Pemred Majalah Tempo ini. 

Adapun untuk mempertahankan eksistensi, media lokal harus menyajikan konten yang inovatif, menggukan kampanye media sosial yang menarik dan menjalin kedekatan dengan pembaca.

"Karena kedekatan dengan komunitas inilah kekuatan media lokal. Kedekatan dengan pembaca, interaktifitasnya, hubunganya saling mengisi dengan warga itu kelebihan media lokal," pungkasnya.

Ia menambahkan, AMSI Pusat saat ini tahap mencari terobosan untuk membantu penguatan media lokal anggota AMSI se Indonesia,  diantaranya satunya dengan Tyfa, Internews,  Google dan Facebook. 

Sementara itu,  Ketua AMSI Kalbar, Kundori mengucapkan terimakasih kepada jajaran pengurus pusat yang terus memberikan dukungan kepada media lokal di daerah dalam menghadapi pandemi Covid-19 saat ini. 

"Kami menyambut baik dengan terobosan yang dilakukan pengurus pusat salah satunya menyerap keluhan dari kawan-kawan media di daerah,"ujarnya. 

Rapat secara online tersebut berlangsung lancar selama dua jam dari pukul 21.00 - 23.00 Wib, dari AMSI Kalbar diikuti dari Suara Kalbar,  Antara Kalbar, Suara Borneo, Warta Jurnalis dan Suara Landak.  Kemudian dari AMSI Kaltim yang juga membahasa persiapan deklarasi secara online.

Penulis: Fitriadi
Editor: Asmuni 
Share:
Komentar

Berita Terkini